Pentingnya Penerapan Sistem Keamanan Fasilitas Pelabuhan Sesuai Standar Internasional

Apresiasi menjaga keamanan fasilitas serta mendukung kelancaran operasional kapal.

oleh Tim NewsDiterbitkan 09 November 2025, 22:35 WIB
Aktivitas bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Jumat (29/10/2021). Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan neraca perdagangan Indonesia pada September 2021 mengalami surplus US$ 4,37 miliar karena ekspor lebih besar dari nilai impornya. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - PT Pertamina Nusantara Regas kembali menunjukkan komitmennya terhadap penerapan standar keamanan maritim internasional melalui pelaksanaan verifikasi kedua Statement of Compliance of a Port Facility (SoCPF) sesuai dengan ketentuan International Ship and Port Facility Security (ISPS) Code.

"Kegiatan verifikasi ini dilaksanakan di wilayah kerja kapal FSRU PT Pertamina Nusantara Regas dan dihadiri oleh Kepala KSOP Kelas IV Kepulauan Seribu selaku otoritas yang berwenang melakukan penilaian kepatuhan terhadap penerapan ISPS Code di fasilitas pelabuhan," ujar Kepala KSOP Kelas IV Kepulauan Seribu Capt Benny Barkiah Pandelaki, M.H melalui keterangan tertulis, Minggu (9/11/2025).

Dia menjelaskan, dalam pelaksanaan verifikasi ini, Recognized Security Organization (RSO) PT Pertamina Trans Kontinental turut hadir sebagai pendamping teknis dalam proses implementasi dan evaluasi penerapan sistem keamanan fasilitas pelabuhan sesuai standar internasional.

Benny pun menyampaikan apresiasi atas kesiapan dan konsistensi PT Pertamina Nusantara Regas dalam menjaga keamanan fasilitas serta mendukung kelancaran operasional kapal FSRU.

"Penerapan ISPS Code secara berkelanjutan menjadi bukti nyata komitmen perusahaan terhadap keselamatan, keamanan, dan kepatuhan terhadap regulasi maritim internasional," ucap dia.

 

Sesuai Standar

Pentingnya evaluasi penerapan sistem keamanan fasilitas pelabuhan sesuai standar internasional. (Ist)

Sementara itu, perwakilan PT Pertamina Nusantara Regas menegaskan, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya perusahaan dalam memastikan seluruh aspek operasional, terutama yang berkaitan dengan keamanan fasilitas dan kegiatan kapal, berjalan sesuai standar internasional dan regulasi pemerintah Indonesia.

"Dengan terlaksananya verifikasi kedua ini, diharapkan tingkat kesiapsiagaan keamanan fasilitas pelabuhan dan kapal FSRU semakin optimal, sekaligus memperkuat posisi PT Pertamina Nusantara Regas sebagai operator energi yang mengutamakan keselamatan, keamanan, dan kepatuhan terhadap regulasi global," kata Benny.

"Pelaksanaan verifikasi kedua ini menjadi bukti komitmen PT Pertamina Nusantara Regas dalam mendukung keselamatan dan keamanan operasional FSRU, sekaligus memperkuat reputasi Indonesia dalam penerapan standar keamanan pelabuhan internasional," tutup dia.

Infografis Dugaan Perbudakan ABK WNI di Kapal Long Xing. (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terbaru

    Berita Terkini Selengkapnya