Liputan6.com, Jakarta Kebangkitan Marcus Rashford di Barcelona jadi salah satu kisah menarik musim ini. Didatangkan dengan status pinjaman dari Manchester United pada musim panas lalu, pemain berusia 28 tahun itu langsung nyetel di bawah arahan Hansi Flick. Dari pemain yang tersisih di Old Trafford, Rashford kini menjelma jadi tumpuan utama serangan Blaugrana.
Permainannya begitu hidup, cepat, dan percaya diri. Aksi memukau di El Clasico bulan lalu, ketika ia menciptakan assist untuk Fermin Lopez, jadi bukti bahwa Rashford kembali ke performa terbaiknya. Tak hanya itu, dua gol ke gawang Olympiacos di Liga Champions semakin mengukuhkan statusnya sebagai pemain penting dalam sistem menyerang Barcelona yang cair dan agresif.
Advertisement
Cederanya Raphinha sejak awal musim juga membuka jalan bagi Rashford untuk merebut posisi sayap kiri utama. Ia menjawab kepercayaan Flick dengan konsistensi dan produktivitas tinggi, sekaligus membangun koneksi apik bersama Ferran Torres dan Lopez di lini depan. Bahkan, performa stabilnya membuat Rashford kembali dilirik tim nasional Inggris dan diprediksi masuk skuad Thomas Tuchel untuk Piala Dunia tahun depan.
Namun, di tengah performa gemilang itu, masa depan Rashford di Camp Nou justru belum jelas. Barcelona kabarnya masih menimbang langkah berikutnya terkait opsi pembelian permanen yang tertera dalam kesepakatan pinjamannya dari Manchester United.
Deco Tak Akan Permanenkan Rashford di Januari
Meski performa Rashford mengesankan, direktur olahraga Barcelona, Deco, memastikan klub tak akan mengaktifkan opsi pembelian permanen pada Januari 2026 mendatang. Kondisi keuangan klub yang masih belum stabil membuat keputusan itu harus ditunda.
Berbicara dalam sesi latihan terbuka di Camp Nou, Deco menjelaskan bahwa fokus klub saat ini bukan pada belanja besar, melainkan menjaga keseimbangan tim. “Jika kami bermain baik dan tidak ada kejutan, saya rasa itu tidak perlu. Kami tahu persis di mana kami bisa meningkatkan diri dan kesulitan yang kami hadapi,” ujarnya, dikutip dari Goal.
Deco menambahkan bahwa Barcelona masih dalam proses membangun konsistensi setelah beberapa musim penuh gejolak. Ia menekankan pentingnya mengelola skuad dengan cermat agar tetap kompetitif di semua lini. “Ketika kami menurunkan intensitas, kami kesulitan. Kami membutuhkan pemain terbaik. Tidak ada alasan, tetapi ketika Anda tidak dapat melakukan perubahan karena cedera dan itu memengaruhi lini tengah kami, ada hal-hal yang perlu ditingkatkan bahkan ketika kami menang,” lanjutnya.