Selamat, Film Bila Esok Ibu Tiada Raih Anugerah LSF 2025 untuk Trailer Film Sensor Mandiri Terbaik

Dalam Anugerah Lembaga Sensor Indonesia 2025, Bila Esok Ibu Tiada menang kategori Trailer Film Sensor Mandiri Terbaik. Produser Agung Saputra bangga.

oleh M Altaf JauharDiterbitkan 08 November 2025, 21:00 WIB
Dalam Anugerah Lembaga Sensor Indonesia 2025, Bila Esok Ibu Tiada menang kategori Trailer Film Sensor Mandiri Terbaik. Produser Agung Saputra bangga. (Foto: M. Altaf Jauhar)

Liputan6.com, Jakarta Film Bila Esok Ibu Tiada menjadi salah satu nomine yang berhasil membawa pulang piala Anugerah Lembaga Sensor Film (LSF) 2025. Film arahan sineas Rudi Soedjarwo itu meraih penghargaan kategori Trailer Film Sensor Mandiri Terbaik.

Agung Saputra selaku produser film ini bangga atas apresiasi yang diberikan Anugerah LSF 2025 untuk filmnya. Secara khusus, ia mempersembahkan piala Anugerah LSF 2025 untuk seluruh insah film Indonesia.

"Tentu saja sangat bangga. Terima kasih untuk para penonton film Indonesia yang sudah mendedikasikan untuk perfilman Indonesia di 30 tahun di mana pun berada," ujar Agung Saputra usai menerima penghargaan di Studio 5 Emtek City, Daan Mogot, Jakarta Barat, Sabtu (8/11/2025).

Menurutnya, beberapa tahun terakhir industri perfilman Indonesia telah menunjukkan peningkatan luar biasa. Itu terbukti dari jumlah layar untuk film Indonesia jauh lebih banyak ketimbang film impor di tahun 2024.

"Tentu saja dari tahun lalu sampai tahun ini Indonesia sudah menjadi tuan rumah di negeri sendiri dengan jumlah penonton banyak. Orang datang untuk menonton film Indonesia. Jadi itu merupakan satu kemajuan yang sangat luar biasa," Agung Saputra menyambung.


Bangga, Dan Semoga...

Dalam Anugerah Lembaga Sensor Indonesia 2025, Bila Esok Ibu Tiada menang kategori Trailer Film Sensor Mandiri Terbaik. Produser Agung Saputra bangga. (Foto: M. Altaf Jauhar)

Atas pencapaian film Bila Esok Ibu Tiada di Anugerah LSF 2025, Agung Saputra menyampaikan harapan selain ungkapan bangga. Ia berharap industri film Indonesia terus berjaya.

"Kalau saya cuma satu kata saja, bangga! Dan semoga bisa terus membuat karya yang paling bagus untuk penonton film Indonesia," Agung Saputra membeberkan.


Pencapaian Bila Ibu Esok Tiada

Film Bila Esok Ibu Tiada yang dibintangi Christine Hakim dan Fedi Nuril di luar dugaan mendulang 301 ribuan penonton pada hari pertama penayangan. (Foto: Dok. Instagram @agungsaputrabm)

Di Anugerah LSF 2025, Bila Esok Ibu Tiada dinobatkan menjadi yang terbaik dari dua nomine lainnya untuk kategori Trailer Film Sensor Mandiri Terbaik. Kedua film itu My Annoying Brother dan Women From Rote Island.

Ini menambah panjang daftar prestasi Bila Ibu Esok Tiada. Seperti diketahui, Bila Ibu Esok Tiada mendulang 3,5 jutaan penonton tahun lalu dan menempati peringkat ke-7 dalam daftar film Indonesia terlaris 2024. 


Total 17 Penghargaan

Malam Anugerah Lembaga Sensor Film 2025, yang semula dijadwalkan pada Minggu, 7 September 2025, di Studio 5 Indosiar Jakarta, dijadwalkan ulang. (Foto: Dok. Instagram @lsf_ri)

Di Anugerah LSF 2025, total sebanyak 17 penghargaan yang diberikan kepada insan film dan televisi, yang dinilai taat sensor dan memegang teguh pada budaya sensor mandiri.

Selain itu, malam puncak LSF 2025 juga dimeriahkan sederet artis top Tanah Air. Di antaranya para peserta Dangdut Academy 7, Leslar Family, Putri Ariani hingga Ungu.

Jumlah produksi film Indonesia, berapa banyak? (Liputan6.com/Trie yas)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya