Cinta Laura Gandeng Studio Otherlands, Kembangkan Ekosistem Industri Kreatif Indonesia

Cinta Laura tunjukkan keseriusan membangun fondasi industri kreatif Tanah Air. Lewat ekosistem kreatif miliknya, Cinta Paras Semesta, Cinta gandeng Otherlands.

oleh M Altaf JauharDiterbitkan 08 November 2025, 10:00 WIB
Cinta Laura tunjukkan keseriusan membangun fondasi industri kreatif Tanah Air. Lewat ekosistem kreatif miliknya, Cinta Paras Semesta, Cinta gandeng Otherlands. (Foto: Dok. Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta Cinta Laura Kiehl menunjukkan keseriusan dalam membangun fondasi industri kreatif Tanah Air. Melalui ekosistem kreatif miliknya, Cinta Paras Semesta (CPS), Cinta menggandeng Otherlands, studio kreatif generasi baru, yang bertujuan memperkuat masa depan ekonomi kreatif Indonesia.

Langkah ini diresmikan dalam acara Media Day eksklusif di Jakarta. Acara ini juga mempertemukan para eksekutif terkemuka dari berbagai perusahaan raksasa di industri hiburan dan media.

Kehadiran para pimpinan dari IDN, BASE Entertainment, Emtek, Sinemart, hingga Unilever menandakan besarnya skala dan visi yang diusung kolaborasi ini. Mereka berkumpul untuk tujuan, membangun ekosistem yang lebih solid dan berdaya saing global.

Sementara itu, CPS yang didirikan Cinta Laura bukan sekadar entitas bisnis biasa, melainkan ekosistem usaha yang dirancang untuk memberdayakan generasi muda Indonesia.

CPS memayungi berbagai pilar yang saling mendukung, dari Paraswara yang berfokus pada media dan kekayaan intelektual melalui podcast, serial pendek, hingga ABSTRKT, agensi musik dan talenta yang menjembatani suara-suara Asia Tenggara dengan panggung dunia.

Tidak hanya itu, CPS menaungi LVCID Studios, agensi konten visual yang dikenal lewat karya-karyanya yang berfokus pada anak muda, serta pusat kreatif Rumah Sraddha Semesta (RSS) di Jakarta Selatan, studio sekaligus ruang komunitas.


Mesin Budaya

Cinta Laura tunjukkan keseriusan membangun fondasi industri kreatif Tanah Air. Lewat ekosistem kreatif miliknya, Cinta Paras Semesta, Cinta gandeng Otherlands. (Foto: Dok. Istimewa)

Ekosistem ini dilengkapi dengan "Temu Kamu", konsep ritel gaya hidup, dan RVO Horizon, dana investasi film yang turut mendukung lahirnya sinema Indonesia yang lebih berani.

Cinta Laura menegaskan visi besar di balik pembangunan ekosistem yang komprehensif ini agar menjadi penggerak utama dalam industri budaya dan kreatif. Lewat CPS, Cinta Laura ingin memastikan ide-ide cemerlang muncul dan memiliki dampak nyata terhadap ekonomi kreatif Indonesia.

"CPS dibangun untuk lebih dari sekadar perusahaan induk dan ini mesin budaya. Kami menghubungkan kreativitas dengan infrastruktur, memastikan ide-ide cemerlang terwujud menjadi hasil nyata bagi ekonomi kreatif Indonesia," kata Cinta Laura.

 


Karya Hebat Berasal Dari Pemikiran Hebat

Adapun kolaborasi CPS dengan Otherlands menjadi inti dari strategi ini. Keduanya menciptakan ekosistem kuat yang menjembatani inovasi kreatif. Otherlands, yang didirikan bersama sutradara Andrea Wijaya, membawa keahliannya melalui jaringan studio yang berfokus pada produksi visual, media sosial, hingga pengembangan identitas merek.

Kekuatan Otherlands terletak pada jaringan studio yang sangat terspesialisasi dan dipimpin langsung para kreator. Model kolaborasi ini memastikan setiap proyek ditangani oleh talenta yang paling tepat sejak awal.

"Karya hebat berasal dari pemikiran hebat, dan gaya mengikuti secara alami. Jaringan studio kami yang dikurasi dan dipimpin kreator memastikan klien terhubung dengan orang yang tepat sejak hari pertama," ujar Andrea Wijaya.


Pilar Perekonomian Nasional

Salah satu rencana besar yang diungkap adalah ekspansi fisik melalui peluncuran pusat komunitas yang didedikasikan bagi para kreator untuk berkolaborasi, bertukar ide, dan membangun modal budaya bersama.

Langkah Cinta Laura bersama CPS dan Otherlands ini sejalan dengan meningkatnya peran ekonomi kreatif sebagai salah satu pilar perekonomian nasional. Kolaborasi ini diharapkan menjadi katalisator bagi lahirnya lebih banyak karya dan talenta Indonesia yang mampu bersaing di panggung internasional.

Infografis Kelompok Seni Teater Populer di Indonesia. (Dok: Tim Grafis/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya