5 Korban Ledakan SMAN 72 Jakarta Dirawat di RS Yarsi Keluhkan Tidak Bisa Mendengar

Menurut Direktur Medis RS Yarsi, dr. Muhammadi, merinci 6 korban luka masuk dalam rawatan dan satu orang sisanya masuk ruang operasi.

oleh Muhammad Radityo PriyasmoroDiterbitkan 07 November 2025, 21:22 WIB
SMAN 72 Jakarta Dijaga Ketat Personel Gabungan (YASUYOSHI CHIBA/AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Sejumlah korban luka dari ledakan di SMA 72 Jakarta dibawa ke sejumlah rumah sakit. Selain RSIJ Cempaka Putih, ada tujuh korban yang dibawa ke RS Yarsi Jakarta.

Menurut Direktur Medis RS Yarsi, dr. Muhammadi, merinci 6 korban luka masuk dalam rawatan dan satu orang sisanya masuk ruang operasi.

"Saat ini kami mendapat beberapa korban yang diantar ke Rumah Sakit Yarsi. Ada 6 korban yang awal masuk ke emergency dan 1 korban yang kita tindak lanjutan, kita operasi ya. Jadi total itu ada 7 ya," kata dr. Muhammadi di RS Yarsi Jakarta, Jumat (7/11/2025).

dr. Muhammadi menyampaikan, dari 6 korban yang masuk ruang emergency, 5 korban mengeluhkan gangguan pendengaran. Kemudian satu korban luka ringan dan sudah bisa pulang, sedangkan sisa satu korban lago, menjalani tindakan operasi.

"Teman-teman yang lima orang itu kan tidak bisa mendengar, yang satu masuk kamar operasi perawatan lukanya. Jadi dia yang kasus khusus tadi yang berat, itu yang red zone itu langsung kita atasi, teman-teman spesialis langsung turun juga ke lapangan jadi yg kasus khusus tadi yang berat red zone itu langsung kita atasi teman-teman spesialis langsung turun juga ditangani secara komprehensif. Sedangkan yang satu sudah bisa dirawat jalan, sudah pulang. Jadi total tujuh," ungkap dr. Muhammadi.

dr. Muhammadi memastikan total 7 korban dirawar RS Yarsi secara all out. Selain itu saat mereka masuk menjalani perawatan, semua korban dalam kondisi sadar.

"Sadar semuanya, kita all out siap bantu pelayanan dan kita memang ready," dia menandasi.

 

Ledakan

Diketahui, sebuah ledakan terjadi di SMA Negeri 72 Jakarta sekitar pukul 12 siang. Sejumlah siswa dilaporkan mengalami luka-luka akibat peristiwa tersebut dan langsung mendapat perawatan intensif ke rumah sakit terdekat.

Saat ini Polri masih menyelidiki penyebab pasti ledakan, termasuk sumber ledakan di area SMA 72 Jakarta. Aparat gabungan juga telah memasang garis polisi dan mensterilkan lokasi kejadian untuk kepentingan investigasi lebih lanjut.

 

Misteri Tulisan di Senjata Mainan Terduga Pelaku Ledakan SMAN 72 Jakarta, Ada Nama Brenton dan Bissonnette

Publik dikejutkan dengan insiden ledakan di SMAN 72 Jakarta, Kelapa Gading jelang salat Jumat. Dari foto yang beredar, terduga pelaku terkapar dengan senjata laras Panjang di sebelahnya yang ternyata hanya mainan.

Namun, pada senjata mainan itu terdapat sejumlah tulisan-tulisan yang menimbulkan tanda tanya publik. Tulisan-tulisan tersebut di antaranya Agartha, Brenton Tarrant, Alexandre Bissonnette dan Welcome to Hell.

Berdasarkan penelusuran Liputan6.com, kata pertama Agartha merujuk pada istilah Agartta, Agarti, Agardhi atau Asgharta. Kata tersebut ternyata adalah sebuah kota atau sebuah kerajaan, atau di dunia mistis.

Deskripsi dari kata itu muncul dalam kesusasteraan Prancis pada abad ke-19 dalam buku-buku fiksi yang memberi kesaksian legenda dan mitos.

Kedua, "Brenton Tarrant" yaitu nama pria yang didakwa atas teror penembakan di masjid Selandia Baru, tepatnya di Christchurch tahun 2019. Brenton Tarrant (28) adalah warga negara Australia yang mengklaim sebagai seorang supremasi kulit putih.

Dia dituduh melakukan penembakan dengan salah satu bukti berupa siaran langsung aksinya yang sempat tayang di Facebook Live.

Ketiga, "Alexandre Bissonnette" adalah pelaku penembakan Masjid Quebec di Kota Quebec Kanada pada 2017. Saat itu, Alexandre masih berusia 29 tahun. Dia menembaki jemaah di masjid Quebec Islamic Cultural Centre pada Minggu malam 29 Januari 2017, bertepatan dengan salat isya. Insiden itu menewaskan 6 jemaah

Keempat, "Welcome to Hell" atau yang dapat diartikan selamat datang ke neraka. Polisi pun kini tengah mengidentifikasi tulisan-tulisan di senjata mainan yang diduga dibawa pelaku.

 

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya