Liputan6.com, Jakarta Sepuluh laga telah dimainkan Manchester United di Premier League musim 2025/26, dan pola permainan tim mulai terlihat jelas. Ruben Amorim tetap menggunakan formasi dasar 3-4-3 seperti musim lalu, tapi sejumlah penyesuaian kecil di balik layar mengubah cara tim ini bermain.
Pola permainan MU kini lebih cepat, lebih direct, dan lebih fokus memanfaatkan ruang ketimbang membangun serangan dari belakang secara perlahan.
Advertisement
Amorim bahkan menekankan bahwa timnya tidak harus selalu memulai serangan dengan penguasaan bola panjang. Ketika ditanya sebelum hasil imbang 2-2 melawan Nottingham Forest, ia menyebut bahwa gaya bermain yang tepat tergantung situasi.
Ucapan itu memberi petunjuk penting, bahwa United tengah bertransformasi menjadi tim yang mengutamakan efisiensi dalam menyerang.
Menariknya, data menunjukkan tren yang konsisten. United meraih hasil lebih baik ketika mereka tidak menguasai bola. Fenomena ini tidak hanya terjadi musim ini, jejak pola ini bisa ditelusuri hingga beberapa tahun lalu, sebelum kedatangan Amorim.
Strategi Utama: Serang Cepat, Lalu Kendalikan Ritme Pertandingan
Amorim menjelaskan bahwa tujuannya adalah mencetak gol secepat mungkin saat ruang tersedia.
Ia melihat situasi berdasarkan jumlah pemain yang terlibat dan kesesuaian karakter pemainnya. Dengan Ben Sesko, Matheus Cunha, dan Bryan Mbeumo sebagai trio depan yang kuat dalam transisi, momentum serangan cepat menjadi aset.
Contoh jelas terlihat saat United mencetak gol cepat melawan Liverpool di Anfield. Setelah perebutan bola di tengah, Bruno Fernandes langsung membaca ruang kosong di belakang garis pertahanan lawan.
Umpan cepatnya mengalir ke Amad di sisi kanan, lalu diteruskan kepada Mbeumo. Hanya butuh beberapa sentuhan, United langsung unggul.
Setelah unggul, United tidak berupaya mendominasi bola. Mereka bertahan kompak, sementara Liverpool semakin menekan dan membuka ruang di belakang.
Amorim memandang kontrol permainan bukan pada jumlah operan, tetapi pada cara tim mengatur posisi, jarak, dan tekanan terhadap lawan.
Pendekatan ini akan tampak berbeda dari tim-tim yang lebih memprioritaskan penguasaan bola, namun sejauh United mampu membatasi kualitas peluang lawan, pendekatan tersebut tetap memberi hasil.
Kesamaan dengan Era Sebelumnya
Pendekatan permainan direct dan cepat bukan hal baru di Manchester United. Jose Mourinho, Ole Gunnar Solskjaer, hingga Erik ten Hag pada periode tertentu juga mengandalkan kekuatan transisi sebagai senjata utama.