Aktivitas Gunung Kerinci Meningkat, Warga Dilarang Mendekat Radius 3 Km dari Puncak

Menurut Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM Muhammad Wafid, peningkatan kegempaan itu didominasi oleh gempa vulkanik dalam dan gempa vulkanik dangkal.

oleh Arie NugrahaDiterbitkan 04 November 2025, 07:51 WIB
aktivitas gunung kerinci (Liputan6.com/istimewa)

Liputan6.com, Jambi - Badan Geologi Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) menyebutkan aktivitas kegempaan Gunung Api Kerinci di Kabupaten Kerinci, Jambi dan Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat, mengalami peningkatan pada 3 November 2025, mulai pukul 05.00 WIB.

Menurut Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM Muhammad Wafid, peningkatan kegempaan itu didominasi oleh gempa vulkanik dalam dan gempa vulkanik dangkal.

"Hingga pukul 10.00 WIB (3/11/2025) terekam sebanyak 46 kejadian gempa vulkanik dangkal dengan amplitudo maksimum 0.4-23.9 mm dan durasi 9.1-23.9 detik. Gempa vulkanik dalam terekam sebanyak 13 kejadian dengan amplitudo maksimum 0.8-10.3 mm, (S-P) 0.7-1.4 detik, dan durasi 9.2-20.1 detik," ujar Wafid ditulis Bandung, Selasa (4/11/2025).

Wafid mengatakan, pengamatan visual pada 3 November 2025 pukul 08.08 WIB menunjukkan tidak teramati adanya hembusan gas dari arah kawah puncak, sedangkan pada 10.17 WIB kawah atau puncak tertutup kabut.

Sementara grafik RSAM, yang mencerminkan energi gempa, fluktuatif dan pada pola stabil hingga akhir periode pengamatan.

"Perhitungan nilai (S-P) gempa vulkanik dalam stabil di rata-rata 0.7 detik, tidak terdapat pola pemendekan (S-P) yang mengindikasikan adanya migrasi fluida ke kedalaman dangkal. Diduga kenaikkan kedua jenis gempa vulkanik ini disebabkan oleh aktivitas fluida dominan gas pada kedalaman yang relatif besar," terang Wafid.

Namun demikian, lanjut Wafid, pengamatan lebih intensif akan dilakukan untuk antisipasi kenaikkan jumlah gempa vulkanik dalam dan vulkanik dangkal yang lebih signifikan terutama jika disertai dengan kemunculan getaran tremor dan atau perubahan (anomali) visual.

Wafid menegaskan, tingkat aktivitas Gunung Api Kerinci saat ini adalah Level II (Waspada) dengan rekomendasi agar masyarakat dan pengunjung ataupun wisatawan agar tidak mendekati dan beraktivitas di dalam radius 3 km dari kawah puncak.

"Potensi bahaya Gunung Kerinci saat ini yang mungkin terjadi berupa akumulasi gas vulkanik di kawah atau puncak yang dapat mengakibatkan erupsi eksplosif menghasilkan lontaran batuan (pijar) dan hujan abu lebat. Aliran lahar berpotensi terjadi di sepanjang aliran sungai yang berhulu di daerah puncak. Potensi aliran lahar meningkat saat curah hujan tinggi," jelas Wafid.

 

Pengamatan Sebelumnya

Wafid menyebutkan hasil pengamatan visual periode 16 Oktober-2 November 2025, Gunung Api Kerinci terlihat jelas hingga tertutup kabut.

Saat cuaca cerah, teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tipis hingga sedang tinggi sekitar 50 meter dari puncak. Dari warna hembusan gas menunjukkan dominan uap air, tidak ada material batuan atau abu yang terbawa ke permukaan.

"Rekaman kegempaan selama periode itu yang terdiri dari 265 kali gempa hembusan, 894 kali gempa low frequency, 1455 kali gempa hybrid/fase banyak, 14 kali gempa vulkanik dangkal, 6 kali gempa vulkanik dalam, 1 kali gempa tektonik lokal, 39 kali gempa tektonik jauh, dan 1 kali gempa getaran banjir," tutur Wafid.

Dengan adanya peningkatan kegempaan Gunung Api Kerinci, Wafid mengimbau masyarakat agar mematuhi rekomendasi yang dikeluarkan oleh Badan Geologi melalui Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

Selain itu, masyarakat juga tidak terpancing oleh berita-berita yang tidak benar dan tidak bertanggungjawab mengenai aktivitas Gunung Api Kerinci, dan mengikuti arahan dari Instansi yang berwenang yakni Badan Geologi yang akan terus melakukan koordinasi dengan BNPB, BMKG, K/L, Pemda, dan instansi terkait lainnya.

"Informasi aktivitas Gunung Kerinci dan koordinasi oleh Pemerintah Daerah, BPBD Provinsi dan Kabupaten dapat juga diperoleh atau dilaksanakan melalui Pos Pengamatan Gunung Kerinci di Desa Lindung Jaya, Kecamatan Kayu Aro, Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi, atau Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi di Bandung," tukas Wafid.

Gunung Api Kerinci terletak di Kabupaten Kerinci – Jambi dan Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat, dengan posisi geografis puncaknya di -1.697 derajat LU, 101.264 derajat BT, dan memiliki ketinggian 3805 mdpl.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya