Prediksi Tottenham vs FC Copenhagen: Tekanan untuk Menang

Laga ini menjadi ujian penting bagi tim asuhan Thomas Frank yang tengah mencari stabilitas usai dua kekalahan beruntun di semua kompetisi.

oleh Gia Yuda PradanaDiterbitkan 03 November 2025, 13:26 WIB
Reece James dari Chelsea, kiri, berebut bola dengan Xavi Simons dari Tottenham dalam pertandingan Liga Inggris antara Tottenham dan Chelsea di London, Sabtu, 1 November 2025. (John Walton/PA via AP)

Liputan6.com, Jakarta Laga Tottenham vs FC Copenhagen pada matchday ke-4 fase liga Liga Champions 2025/2026 akan berlangsung di Tottenham Hotspur Stadium. Pertandingan ini akan dimulai pada Rabu, 5 November 2025, pukul 03.00 WIB, dan dapat disaksikan melalui live streaming di Vidio.

Laga ini menjadi ujian penting bagi tim asuhan Thomas Frank yang tengah mencari stabilitas usai dua kekalahan beruntun di semua kompetisi.

Tiga pertandingan pertama di Liga Champions dijalani Tottenham tanpa kekalahan. Mereka mengumpulkan lima poin hasil satu kemenangan dan dua imbang, termasuk hasil 0-0 di markas Monaco. Guglielmo Vicario tampil gemilang di laga tersebut, menggagalkan sejumlah peluang emas dari Folarin Balogun untuk menjaga rekor tak terkalahkan The Lilywhites di Eropa.

Posisi Tottenham saat ini ada di peringkat ke-15 dari 36 tim, hanya terpaut satu poin dari zona delapan besar otomatis. Catatan itu cukup solid untuk tim yang sedang membangun kembali kepercayaan diri di bawah pelatih baru. Selain itu, performa kandang mereka di Eropa sangat impresif dengan rekor 21 laga tanpa kekalahan, termasuk 17 kemenangan.

Akan tetapi, aura positif itu sedikit memudar setelah kekalahan 0-1 dari Chelsea di Premier League akhir pekan lalu. Para pemain Spurs bahkan dicemooh suporter sendiri karena tampil tanpa semangat dan mencatatkan Expected Goals terendah dalam sejarah klub di liga. Situasi ini menambah tekanan besar bagi Thomas Frank untuk segera membalikkan keadaan.

Tottenham kini harus memperbaiki keseimbangan permainan yang terganggu oleh badai cedera. Dalam 10 laga terakhir di semua kompetisi, mereka hanya mampu meraih tiga kemenangan. Jika performa tak segera membaik, peluang untuk lolos otomatis ke fase gugur bisa perlahan menguap.

Copenhagen datang dengan kondisi yang juga tidak ideal. Tim asuhan Jacob Neestrup baru mengumpulkan satu poin dari tiga laga di Liga Champions. Setelah menahan imbang Bayer Leverkusen di partai pembuka, mereka kalah dari Qarabag dan Borussia Dortmund. Kekalahan 2-4 dari Dortmund di Parken Stadion menunjukkan betapa rapuhnya lini belakang tim asal Denmark tersebut.

Lanjut Baca:

Copenhagen juga membawa sejarah yang tidak berpihak. Mereka belum pernah menang tandang melawan klub Inggris di kompetisi Eropa dan hanya mencatat dua kemenangan dari 21 laga tandang terakhir di Liga Champions. Meski begitu, performa di liga domestik sedikit memberi angin segar—dua kemenangan dan satu imbang usai kekalahan dari Dortmund menjadi modal mental menuju London.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya