Liputan6.com, Jakarta Pelatih Barcelona, Hansi Flick, memberikan pembaruan mengenai kondisi pemain muda Lamine Yamal. Ia menyebut sang winger sudah menunjukkan perkembangan positif, meski sesekali masih merasakan nyeri di bagian pangkal paha.
Yamal, yang baru berusia 18 tahun, sempat absen dalam tujuh pertandingan untuk klub dan tim nasional karena mengalami pubalgia. Ia telah kembali tampil dalam tiga laga terakhir Blaugrana, namun performanya belum kembali seperti musim lalu.
Advertisement
Dalam laga terakhir melawan Real Madrid, Yamal tidak mampu memberikan dampak besar dan gagal menembus pertahanan lawan. Kekalahan 1-2 dari sang rival membuat muncul pertanyaan soal kebugaran fisiknya.
Hansi Flick menegaskan bahwa sang pemain berada di jalur yang benar menuju pemulihan total. Ia memastikan Yamal mendapat perhatian penuh dari tim medis dan staf pelatih Barcelona.
Flick Pastikan Yamal Tetap Fokus dan Bekerja Keras
Hansi Flick menegaskan bahwa Lamine Yamal masih terus berjuang untuk mencapai kondisi terbaiknya. Pelatih asal Jerman itu menilai kerja keras sang pemain muda patut diapresiasi meski proses pemulihannya belum selesai sepenuhnya.
Menurut Flick, Barcelona masih memantau secara ketat kondisi Yamal setiap sesi latihan. Meski terkadang masih merasa sakit, semangatnya untuk berkembang tetap tinggi.
“Lamine dalam kondisi baik,” ujar Flick dalam konferensi pers jelang laga melawan Elche. “Saya baru saja berbicara dengannya. Dia baik-baik saja. Tentu ada hari-hari di mana dia merasa sedikit nyeri, tapi dia bekerja keras dan terus memperbaiki diri dalam hal itu.”
“Saya pikir dia sedang mengalami perkembangan yang baik, dan itu hal yang bisa kami sampaikan sekarang,” tambah pelatih Barcelona tersebut.
Kunci Kebangkitan Yamal di Posisi Aslinya
Dalam pertandingan melawan Real Madrid, Flick sempat menggeser Yamal ke posisi tengah untuk menghidupkan serangan tim. Namun, menurutnya, posisi terbaik sang pemain tetap di sisi kanan, tempat ia bisa menunjukkan kekuatan terbaiknya.
Flick menilai bahwa mengembalikan Yamal ke posisi aslinya akan membantu memulihkan kepercayaan diri dan performanya. Ia juga menegaskan fleksibilitas Yamal sebagai aset penting bagi tim.
“Untuk saat ini, cara terbaik agar dia kembali ke level terbaik adalah bermain di posisi yang biasa ia tempati, di mana dia punya kekuatan dan bisa memberikan kontribusi maksimal untuk tim,” kata Flick.