KTT APEC, Prabowo Sebut AI Kunci Atasi Kemiskinan dan Capai Swasembada Pangan

Prabowo menjelaskan bahwa Indonesia kini mulai merasakan hasil nyata dari penerapan kecerdasan buatan di sektor pertanian.

oleh Lizsa EgehamDiterbitkan 01 November 2025, 16:36 WIB
Presiden Prabowo Subianto saat menghadiri APEC Economic Leaders’ Meeting (AELM) sesi ke-2 di Hwabaek International Convention Centre (HICO), Gyeongju, Korea Selatan, Sabtu (1/11/2025) (Birto Pers Sekretariat Presiden)  

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dan teknologi tinggi menjadi kunci bagi Indonesia dalam mempercepat pengentasan kemiskinan serta memperkuat ketahanan pangan.

Hal tersebut disampaikan Prabowo pada APEC Economic Leaders’ Meeting (AELM) sesi ke-2 di Hwabaek International Convention Centre (HICO), Gyeongju, Korea Selatan, Sabtu (1/11/2025).

"Seperti yang kita ketahui, kita sedang memasuki era baru yang ditandai oleh kemajuan teknologi tinggi, khususnya kecerdasan buatan (AI). Kita juga memahami bahwa kita harus menghadapi tantangan yang dibawa oleh perubahan demografi," kata Prabowo dikutip dari siaran pers Sekretariat Presiden, Sabtu (1/11/2025).

Dia menyampaikan pemerintah Indonesia berkomitmen untuk menuntaskan kemiskinan dan kelaparan dengan langkah cepat dan terukur. Prabowo menilai kedua hal tersebut sebagai tugas paling mendesak dalam pembangunan nasional.

"Inilah sebabnya mengapa tugas paling mendesak bagi Indonesia dan hal yang terus kami sampaikan kepada para mitra ekonomi kami adalah untuk mengatasi kemiskinan dan kelaparan sesegera mungkin. Kami sedang memusatkan seluruh upaya untuk hal ini," ujarnya.

"Karena itu, kami percaya bahwa kami dapat memperoleh manfaat besar dari penggunaan kecerdasan buatan," sambung Prabowo.

 

Hasil Nyata

Selain itu, Prabowo menjelaskan bahwa Indonesia kini mulai merasakan hasil nyata dari penerapan kecerdasan buatan di sektor pertanian. Menurut dia, teknologi modern memungkinkan peningkatan produktivitas pangan nasional hingga mencapai swasembada beras dan jagung.

"Kami kini menggunakan AI di sektor pertanian untuk mengembangkan teknik pertanian yang presisi dan modern. Hal ini telah memungkinkan kami mencapai swasembada dalam produksi beras dan jagung," jelasnya.

Prabowo menjelaskan bahwa awalnya pemerintah Indonesia menargetkan swasembada pangan tercapai dalam waktu empat tahun. Namun, penggunaan teknologi tinggi dan AI membuat target swasembada pangan dapat tercapai lebih cepat.

"Target awal kami adalah mencapai swasembada dalam empat tahun, tetapi dengan penggunaan teknologi tinggi, pertanian presisi, dan kecerdasan buatan kami telah berhasil meningkatkan produksi hingga mencapai tingkat tertinggi dalam sejarah Indonesia semenjak kemerdekaannya," ungkap Prabowo.

 

 

Kerja sama Internasional

Di sisi lain, Prabowo menyoroti pentingnya kerja sama internasional dalam menekan kejahatan lintas batas. Mulai dari, penyelundupan, korupsi, perdagangan narkotika, dan perjudian daring yang merugikan ekonomi nasional.

"Diperkirakan Indonesia kehilangan sekitar 8 miliar dolar Amerika setiap tahun akibat aliran dana keluar yang disebabkan oleh perjudian daring," kata Prabowo.Komitmen

Presiden juga menekankan komitmen pemerintah untuk memperkuat pendidikan dan keterampilan digital bagi masyarakat

"Kami ingin berpartisipasi dalam semua inisiatif APEC yang bertujuan meningkatkan kapasitas di bidang teknologi dan pendidikan. Kami juga ingin memberdayakan usaha kecil serta memperkuat sistem kesehatan kami dalam menghadapi perubahan demografi," ujar Prabowo.

Menutup pernyataannya, Prabowo menegaskan bahwa penguasaan teknologi menjadi kunci bagi kemajuan bangsa dan hanya dapat dicapai melalui kolaborasi erat di kawasan Asia Pasifik.

"Saya yakin inilah arah yang harus kita tempuh ke depan. Kita harus memastikan kendali atas masa depan teknologi kita dan saya yakin bahwa melalui kerja sama di dalam APEC, kita dapat mencapai tujuan ini," pungkas Prabowo.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya