Hari Santri dan Sumpah Pemuda, FOKSI Serukan Kolaborasi Wujudkan Indonesia Emas 2045

Cak Nasir menekankan, pentingnya peran santri dan pemuda dalam menyongsong Generasi Emas Indonesia 2045 yang harusnya menjadi generasi tangguh, berilmu, dan berakhlak.

oleh Muhammad Radityo PriyasmoroDiterbitkan 31 Oktober 2025, 04:23 WIB
Ketua Umum DPP FOKSI, Natsir Sahib (Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Ketua Umum DPP FOKSI, Natsir Sahib menegaskan peringatan Hari Santri dan Hari Sumpah Pemuda tahun ini adalah momentum untuk memperkuat semangat kebangsaan yang berlandaskan keberagaman dan toleransi. Menurut dia, semangat dari hari santri seharusnya disalurkan untuk membangun keberagaman yang telah ada di bumi Indonesia.

"Menjaga keberagaman ini harus dilakukan oleh santri dengan menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi," kata Cak Nasir, sapaan akrab Natsir Sahib melalui keterangan pers diterima, Jumat (31/10/2025).

Cak Nasir menekankan, pentingnya peran santri dan pemuda dalam menyongsong Generasi Emas Indonesia 2045 yang harusnya menjadi generasi tangguh, berilmu, dan berakhlak.

"Santri dan pemuda harus menjadi bagian dari generasi emas yang mampu menggabungkan kecerdasan spiritual, intelektual, dan emosional," tegas dia.

Cak Nasir pun mendorong, pemuda dan santri juga harus unggul dalam teknologi, namun tetap menjaga moralitas dan nilai-nilai kebangsaan serta kemanusiaan dalam setiap langkah. Selain itu, dalam konteks pembangunan nasional, santri dan pemuda harus kolaborasi dalam menyukseskan pembangunan Presiden Prabowo Subianto sesuai dengan visi Asta Cita, khususnya dalam aspek peningkatan kualitas manusia Indonesia dan penguatan ekonomi rakyat.

"Kami, para santri dan pemuda, siap menjadi bagian dari kekuatan bangsa untuk menyukseskan program Asta Cita Presiden Prabowo. Kami melihat Asta Cita sebagai visi pemerintahan yang membangkitkan panggilan moral untuk membangun manusia Indonesia yang unggul, sehat, berpendidikan, dan sejahtera,” ungkap Cak Nasir.

Cak Nasir optimistis, kolaborasi lintas generasi dan lintas iman bisa menjadi kunci untuk mewujudkan masa depan Indonesia yang lebih inklusif dan berdaya saing global.

"Sumpah Pemuda dulu menyatukan bahasa, bangsa, dan tanah air. Kini tugas kita adalah menyatukan semangat kemajuan dengan nilai-nilai kebangsaan. Santri dan pemuda harus menjadi teladan dalam menjaga persatuan dan menjadi jembatan bagi kemajuan bangsa,” dia memungkasi.

 

Hari Santri Nasional 2025

Sebagai informasi, pernyataan Cak Nasir disampaikan saat Dewan Pimpinan Pusat Forum Komunikasi Santri Indonesia (DPP FOKSI) memperingati Hari Santri Nasional 2025 yang bersamaan dengan Hari Sumpah Pemuda di Balai Kota Surakarta, Kamis 30 Oktober 2025.

Acara menghadirkan Dialog Kebangsaan dan Pagelaran Budaya dengan menghadirkan sejumlah tokoh pemuda lintas organisasi dan pejabat daerah.

Dialog kebangsaan diisi oleh Walikota Surakarta, Respati Achmad Ardianto, Forkopimda Surakarta, serta para pimpinan organisasi kepemudaan tingkat nasional seperti Ketua Umum DPP KNPI, Ryano Panjaitan, Ketua Umum GMKI, Sahat MP Sinurat, Ketua Umum Pemuda Katolik, Stefanus Asat Gusma, Ketua Umum KMHDI, I Wayan Darmawan, dan Habib Anis Bin Yahya.

Pagelaran Seni dan Budaya diisi Hadad Alwi dan Kyai Kanjeng, menggambarkan harmoni antara spiritualitas, kebudayaan, dan nasionalisme.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya