Waspadai Gejala Stroke, Penanganan dalam 4,5 Jam Pertama Bisa Cegah Disabilitas

Disabilitas akibat stroke bisa diminimalisasi dengan penanganan cepat sebelum golden period terlewat.

oleh Ade Nasihudin Al AnsoriDiterbitkan 30 Oktober 2025, 13:30 WIB
Stroke adalah Penyebab Disabilitas Tertinggi di Indonesia dan Asia Tenggara, Penanganan Cepat Bisa Minimalisasi Risikonya. Foto Jcomp/Freepik.

Liputan6.com, Jakarta Stroke saat ini masih menjadi penyebab kematian dan disabilitas tertinggi di Indonesia, bahkan tercatat tertinggi di Asia Tenggara. 

Ada 8,3 pengidap stroke per 1.000 penduduk menurut Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023. Angka ini meningkat dari 7 per 1.000 penduduk pada 2013 dan jumlahnya terus bertambah setiap tahun. 

Namun, risiko kematian dan disabilitas akibat stroke dapat dikurangi jika gejalanya cepat dikenali dan pasien segera mendapat penanganan medis dalam waktu 4,5 jam setelah gejala pertama muncul, periode penting yang dikenal sebagai golden period.

Memperingati World Stroke Day 2025 yang jatuh pada tanggal 29 Oktober, World Stroke Organization (WSO) kembali mengingatkan beberapa tanda umum stroke yang dapat diingat melalui singkatan FAST.

  • F (Face): Wajah tampak menurun sebelah atau sulit tersenyum.
  • A (Arm): Salah satu tangan terasa lemah atau sulit diangkat.
  • S (Speech): Bicara pelo atau sulit memahami ucapan.
  • T (Time): Segera cari pertolongan medis di fasilitas kesehatan seperti rumah sakit siaga stroke, yang siap menangani stroke.

“Mengenali gejala stroke penting, tidak hanya bagi pasien berisiko tinggi, tetapi juga untuk seluruh anggota keluarga, karena stroke dapat terjadi kapan saja dan dimana saja.  Hal ini juga penting untuk diketahui bagi masyarakat produktif di lingkungan kerjanya,” ujar Head of Medical PT Anugerah Pharmindo Lestari, a Zuellig Pharma Company, dokter Richard Santoso,

“Setelah mampu mengenali gejala stroke, sangat krusial agar penderita stroke bisa segera mendapatkan pertolongan dan dibawa ke rumah sakit siaga stroke kurang dari 4,5 jam, agar peluang pemulihan lebih besar”, tambahnya.

 

 

 

Setiap Menit Sangat Berarti pada Penanganan Stroke

Tahun ini, kampanye World Stroke Day 2025 mengusung tema Every Minute Counts atau dapat diartikan Setiap Menit Sangat Berarti

Lantas, mengapa waktu 4,5 jam begitu penting pada penanganan stroke? 

Berdasarkan panduan yang diterbitkan oleh European Stroke Organization pada 2021, risiko disabilitas pasien dengan Acute Ischemic Stroke (AIS) dapat diminimalisasi apabila segera dilakukan terapi dalam waktu kurang dari 4,5 jam sejak munculnya gejala.

Sehingga sangat penting bagi pasien dan keluarganya untuk bisa segera sampai ke rumah sakit dalam kurun waktu tersebut.

Mengenal Rumah Sakit Siaga Stroke

Mencapai rumah sakit dalam waktu kurang dari 4,5 jam membantu tenaga medis bisa segera mengidentifikasi jenis stroke yang dialami oleh pasien. Namun pastikan rumah sakit yang dicapai merupakan rumah sakit yang memiliki tim stroke dan dapat mengaktivasi Code Stroke. 

Saat ini, sudah banyak rumah sakit di Indonesia yang memiliki layanan Siaga Stroke atau Stroke Ready Hospital. Apabila dibutuhkan, masyarakat dapat melihat secara lebih detail rumah sakit siaga stroke terdekat melalui laman Stroke Society di tautan: https://strokesociety.id/wso-angels-awards/.

Stroke dapat terjadi pada siapa saja, kapan saja, dan di mana saja.  Dengan mengenali gejala awal, memahami pentingnya golden period 4,5 jam, serta mengetahui lokasi fasilitas kesehatan dengan layanan siaga stroke, setiap orang dapat berperan dalam menyelamatkan nyawa. 

“Jangan abaikan gejala yang muncul, segera larikan ke unit gawat darurat rumah sakit siaga stroke terdekat.  Setiap menit sangat berarti, dan keputusan cepat Anda bisa menyelamatkan nyawa seseorang,” saran Richard.

Infografis Akses dan Fasilitas Umum Ramah Penyandang Disabilitas. (Liputan6.com/Triyasni)

Rekomendasi

POPULER

    Berita Terkini Selengkapnya