Kembali Serang Gaza, Israel Remehkan Kesepakatan Gencatan Senjata

oleh Helmi FithriansyahDiterbitkan 29 Oktober 2025, 19:00 WIB
Kembali Serang Gaza, Israel Remehkan Kesepakatan Gencatan Senjata
Badan pertahanan sipil Gaza mengatakan pada Rabu 29 Oktober 2025 bahwa puluhan serangan Israel menghantam sejumlah wilayah. Hingga Rabu (29/10/2025), dikabarkan sedikitnya 91 orang tewas akibat serangan itu. Diketahui pula, Israel menggempur Khan Younis, Gaza Tengah, dan bahkan perkemahan pengungsi Bureij. Serangan Israel terjadi beberapa jam setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan "tidak ada" yang akan membahayakan perjanjian gencatan senjata yang ia bantu mediasi. Untuk diketahui, Israel mulai melancarkan serangan udara sejak 28 Oktober 2025 setelah menuduh Hamas menyerang pasukan Israel di Gaza dan melanggar gencatan senjata. Di sisi lain, Hamas menegaskan tetap berkomitmen pada kesepakatan gencatan senjata di Gaza. Hamas juga mengatakan PM Israel Benjamin Netanyahu sedang mencari alasan untuk mengingkari kewajiban Israel dalam kesepatan damai. Kesepakatan gencatan senjata yang dimotori Amerika Serikat dan mulai berlaku pada 10 Oktober lalu terancam gagal, kedua pihak bertikai baik Israel maupun Hamas sama-sama saling menuduh satu sama lain melanggar. Untuk kedua kalinya gencatan senjata antara Israel dan Hamas di Jalur Gaza, Palestina, terancam gagal.
Seorang anak laki-laki menyelamatkan barang-barang dari reruntuhan rumahnya yang hancur akibat serangan Israel di Khan Younis, Jalur Gaza selatan, pada Rabu 29 Oktober 2025. Badan pertahanan sipil Gaza mengatakan pada Rabu 29 Oktober 2025 bahwa puluhan serangan Israel menghantam sejumlah wilayah. (BASHAR TALEB/AFP)
Seorang pria berjalan di tengah reruntuhan rumah yang hancur akibat serangan Israel di Khan Younis, Jalur Gaza selatan, pada Rabu 29 Oktober 2025. Hingga Rabu (29/10/2025), dikabarkan sedikitnya 91 orang tewas akibat serangan itu. (BASHAR TALEB/AFP)
Para pria melihat reruntuhan rumah yang hancur akibat serangan Israel di Khan Younis, Jalur Gaza selatan, pada Rabu 29 Oktober 2025. Diketahui pula, Israel menggempur Khan Younis, Gaza Tengah, dan bahkan perkemahan pengungsi Bureij. (BASHAR TALEB/AFP)
Seorang anak laki-laki berdiri di celah tembok rumahnya yang hancur akibat serangan Israel di Khan Younis, Jalur Gaza selatan, pada Rabu 29 Oktober 2025. Serangan Israel terjadi beberapa jam setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan "tidak ada" yang akan membahayakan perjanjian gencatan senjata yang ia bantu mediasi. (BASHAR TALEB/AFP)
Seorang pria dan anak-anak melihat reruntuhan rumah yang hancur akibat serangan Israel di Khan Younis, Jalur Gaza selatan, pada Rabu 29 Oktober 2025. Untuk diketahui, Israel mulai melancarkan serangan udara sejak 28 Oktober 2025 setelah menuduh Hamas menyerang pasukan Israel di Gaza dan melanggar gencatan senjata. (BASHAR TALEB/AFP)
Seorang pria berjalan di tengah reruntuhan rumah yang hancur akibat serangan Israel di Khan Younis, Jalur Gaza selatan, pada Rabu 29 Oktober 2025. Di sisi lain, Hamas menegaskan tetap berkomitmen pada kesepakatan gencatan senjata di Gaza. Hamas juga mengatakan PM Israel Benjamin Netanyahu sedang mencari alasan untuk mengingkari kewajiban Israel dalam kesepatan damai. (BASHAR TALEB/AFP)
Seorang perempuan bereaksi sambil duduk di samping peralatan makannya yang diselamatkan dari reruntuhan rumah yang hancur akibat serangan Israel di Khan Younis, Jalur Gaza selatan, pada Rabu 29 Oktober 2025. Kesepakatan gencatan senjata yang dimotori Amerika Serikat dan mulai berlaku pada 10 Oktober lalu terancam gagal, kedua pihak bertikai baik Israel maupun Hamas sama-sama saling menuduh satu sama lain melanggar. (BASHAR TALEB/AFP)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya