Liputan6.com, Jakarta - Dalam suasana makan malam yang hangat, Zara menikmati masakan lezat dari Fattah dengan penuh antusias. Percakapan ringan dan tawa mengisi ruangan, menciptakan kenangan manis di antara teman dan keluarga. Namun, di balik kebersamaan itu, ada percakapan serius yang menanti Zara di ruang kerja Amanda.
Zara menikmati setiap suapan masakan Fattah dengan semangat. Fattah tersenyum melihatnya. Sementara itu, Aqeela menoleh ke Harry dan berkata, Aku juga mau kamu masakin lagi nanti. Harry membalas dengan senyuman, Tentu, sayang. Kenapa tidak?
Advertisement
Di sudut lain, Bu Anita duduk berhadapan dengan Diah dan menyerahkan sebuah amplop. Tidak banyak, tapi semoga cukup, kata Bu Anita dengan tulus. Diah memandang amplop itu di atas meja dengan penuh pertimbangan.
Fattah dan Zara Cuci Piring
Setelah makan malam selesai, meja masih dipenuhi dengan piring, gelas, dan mangkuk yang belum dibersihkan. Bibi datang dari dapur untuk membereskan, tetapi Fattah menghentikannya, Tidak perlu, Bi. Biar saya saja. Sekalian cuci piring bareng Zara.
Zara membuka keran air dan mengambil spons. Fattah perlahan maju, mengambil piring dan spons dari tangan Zara. Namun, Zara menahan tangannya, Sudah, biar aku saja! Aqeela, yang sudah berdiri di dekat mereka, berseru, Heiii! Kalian berdua lucu banget sih…
Di tempat lain, Jordan mengantar Zara ke ruang kerja Amanda. Amanda menatap Zara dan berkata, Mungkin kamu sebaiknya menghindari Fattah. Zara terdiam, matanya mulai berkaca-kaca.