Liputan6.com, Jakarta - Sigit Wardana, penyanyi, pencipta lagu, sekaligus vokalis band yang telah lama mewarnai dunia musik Indonesia, kembali melangkah di tahun 2025 dengan karya terbarunya berjudul “Luka Tak Berdarah (LTB)”.
Namun kali ini, ada sesuatu yang berbeda dari sang pelantun “Kisah Hidup Bapak-bapak” tersebut. “Luka Tak Berdarah” bukan sekadar single baru — lagu ini menghadirkan nuansa emosional yang jarang dieksplor Sigit sebelumnya. Sebuah kisah tentang kehilangan yang tak tampak, tapi meninggalkan perih mendalam.
Advertisement
Menariknya, kehadiran lagu ini bukan hasil perencanaan panjang. Sigit, yang juga dikenal sebagai vokalis Base Jam, mengaku sempat kesulitan menemukan materi yang tepat untuk proyek solonya tahun ini.
Di tengah pencarian itu, ia teringat pada lagu “Luka Tak Berdarah” — karya Alexander Ongko yang sebenarnya ditulis untuk penyanyi lain. Namun setelah mendengarnya kembali, Sigit merasa ada sesuatu dalam lagu tersebut yang begitu dekat dengan dirinya, dan akhirnya memutuskan untuk menjadikannya rilisan solo terbarunya
"Menurut saya waktu pertama denger, lagunya bagus dan ternyata penyanyi itu Musik jadi nyanyiin lagunya, ternyata jodoh lagunya untuk saya," ujar Sigit dalam rilis yang diterima Liputan6.com.
Proses Rekaman Tidak Lama
Proses rekaman “Luka Tak Berdarah” tidak memakan waktu panjang. Menurut Sigit, seluruh proses dari awal hingga rilis hanya berlangsung sekitar satu hingga dua bulan.
Tantangan terbesar justru bukan pada proses rekamannya, melainkan pada menyesuaikan jadwal antara Sigit, produser musik, dan ketersediaan studio.
Dalam penggarapan lagu ini, Sigit menggandeng sejumlah nama yang tak asing di industri musik. Alexander Ongko, gitaris band Halus Lembut, berperan sebagai pencipta lagu, sementara posisi produser musik diisi oleh M. Aditia Sahid — yang lebih dikenal sebagai Acoy dari Rocker Kasarunk. Sementara itu, sentuhan manis di bagian vokal latar diberikan oleh Cathyn Hartanesthy dari band Sun Of Monday, yang menambah dimensi emosional pada lagu ini.
"Progresi lagu ini sangat berbeda dengan lagu lagu yang biasa Sigit nyanyikan, gw rasa ini adalah single Sigit yang paling dark sepanjang karir bermusiknya," ujar Co-Executive Producer Fransiscus Eko.