Liputan6.com, London - Karya seni sering kali dianggap sebagai dekorasi untuk menambah keindahan ruangan, namun kehadirannya ternyata dapat memberi manfaat yang jauh lebih mendalam bagi kesehatan tubuh dan batin seseorang.
Penelitian terbaru di Inggris mengatakan bahwa melihat karya seni secara langsung dapat menenangkan pikiran, menurunkan kadar hormon stres, dan memperkuat sistem kekebalan, dilansir dari The Guardian, Rabu (29/10/2025).
Advertisement
Demi memberikan bukti kuat terhadap penelitian ini, King’s College London, yang menjadi pelopor studi, melibatkan 50 orang yang berusia 18-40 tahun.
Separuh dari mereka mengamati karya seni asli di Galeri Courtauld, London, sementara separuh lainnya melihat salinan karya yang sama di lingkungan non-galeri.
Dalam prosesnya, mereka membagi 50 orang menjadi dua kelompok yang mengenakan sensor selama 20 menit.
Uji coba ini bertujuan untuk mengukur detak jantung dan suhu kulit, dengan sampel air liur yang diambil sebelum dan sesudah sesi.
Hasil Analisis
Sampel-sampel tersebut menunjukkan bahwa kadar hormon stres kortisol mengalami penurunan hingga rata-rata 22% bagi yang melihat karya seni asli, sedangkan 8% pada kelompok yang melihat salinan.
Tidak hanya itu, sitokin pro-inflamasi seperti IL-6 dan TNF-alfa yang berkaitan dengan stres dan berbagai penyakit kronis, mengalami penurunan masing-masing sebesar 30% dan 28% pada mereka yang berada di galeri.
Sehingga karya seni yang dilihat secara langsung terbukti berpotensi menenangkan respons peradangan tubuh.
Hasil dari uji coba pada dua kelompok yang berbeda pun menegaskan penyataan Dr. Tony Woods, seorang peneliti di King’s College London, tentang efek positif melihat karya seni secara langsung dengan kesehatan tubuh.
"Penelitian ini dengan jelas menunjukkan sifat pereda stres dari melihat karya seni asli, serta kemampuannya untuk melibatkan emosi tubuh hingga melindungi pikiran," ucapnya.
Saat pengunjung menikmati karya seni di galeri, para peneliti menemukan perubahan fisiologis lain, seperti detak jantung lebih bervariasi, suhu kulit menurun, dan tanda-tanda kegembiraan muncul secara bersamaan.
Melalui perspektif ilmiah, seni memiliki dampak positif pada tiga sistem tubuh yang berbeda, di mana terdapat sistem kekebalan, sistem saraf, dan sistem endokrin.
Seni tak jarang sulit untuk memahami makna tersembunyinya. Tetapi setiap warna, goresan, tekstur, dan bentuk dapat membuka ruang yang terhubung kembali dengan diri sendiri, serta menghadirkan ketenangan sekaligus kesehatan tubuh.