Arda Hatna Ceritakan Transisi dari Naff ke Solo Karier, antara Beban dan Kebebasan Berkarya

Arda Hatna kini bersolo karier, menikmati kebebasan penuh mengeksekusi 100 persen ide yang ia miliki. Sebagai solois, ia fokus membuat lagu berdasarkan cerita personal.

oleh Zikrah Nur AmalahDiterbitkan 29 Oktober 2025, 10:00 WIB
Arda Naff, yang merupakan suami Tantri Kotak. [Foto: Faisal R. Syam/Liputan6.com]

Liputan6.com, Jakarta - Hatna Danarda, atau yang dikenal dengan nama panggung Arda Hatna, telah melalui perjalanan yang cukup panjang di dunia hiburan. Ia merupakan mantan vokalis band Naff, dan juga dikenal sebagai penulis lagu, penulis buku, dan kreator konten yang selalu menempatkan cerita personal sebagai inti dari karyanya.

Setelah kurang lebih 14 tahun berkarier bersama band Naff, ia memantapkan diri untuk bersolo karier. Arda telah merilis deretan lagu seperti "Pelabuhan Terakhir," "Iya-Iya Tidak Tidak," "Tumbuh Bersama," hingga "Orang Tak Enakan."

Terakhir, pada September 2025 suami Tantri Syalindri sang vokalis band Kotak ini merilis single terbarunya yang berjudul “Belajar Jadi Bapak”. Lagu ini seperti karya-karya Arda yang lain, berakar dari pengalaman hidupnya yang mengangkat isu fatherless.

Keputusan Arda untuk beralih dari vokalis band menjadi solois membawa tantangan tersendiri baginya. "Ada transisi identitas dari band ke solois. Ngerasa bebannya ada di pundaknya, merasa sendirian," ucap Arda Hatna dalam wawancara yang digelar di kantor Liputan6.com, Senin (27/10/25) kemarin. 


Transisi Jadi Solois dan Penciptaan Lagu

Arda Hatna dalam wawancara eksklusif bersama Showbiz Liputan6.com di Gedung KLY Jakarta Pusat pada Senin (27/10/2025).

Meski ada beban, Arda mengungkap ada juga hal lain yang ia rasakan. Sebagai solois ia menikmati kebebasan untuk mengeksekusi 100 persen ide yang dimilikinya. Keuntungan lainnya adalah ia bisa mengatur waktunya sefleksibel mungkin karena ia bekerja sendiri.

Arda menyatakan bahwa dalam membuat lagu ia tidak pernah tahu cara membuat karya yang bagus, tetapi ia tahu cara membuat lagu yang jujur. Ia juga menciptakan lagu karena memang ingin berkarya. "Saya sangat menikmati bagian dari prosesnya," kata dia.


Dukungan dari Istri

Di balik karya personal ini, Arda mendapat dukungan penuh dari sang istri, Tantri Kotak. Tantri bahkan ikut mendukung artwork single “Belajar Jadi Bapak”. Artwork tersebut dibuat dengan menempelkan stiker di wajahnya, terinspirasi dari anaknya yang dulu suka menempel-nempelkan hal yang sama. Tantri juga membantu memotretnya.

Namun, dukungan terpenting Tantri setelah lagu ini dirilis. Tantri memberikan pesan kepada Arda.

“Arda inget ya jangan berekspektasi tinggi dan lakuin aja. Kenapa, karena kalau kamu berekspektasi lagunya akan meledak, lagunya akan booming kamu nanti capek,” ucap Arda menirukan ucapan istrinya. 

Tantri juga mengingatkan Arda untuk berkarya demi membawa manfaat bagi orang lain dan untuk kebahagiaan pribadinya. Karena lagu ini adalah curahan hatinya.

Melalui lagu ini Arda juga mengatakan tengah merayu sang anak, yang jadi sumber inspirasinya. "Ketika aku merayu dan menginsiprasi dia lewat lagu ini, apalagi lagu ini kan POV-nya dengan bernada dia tahu kalau bapaknya sedang membicarakan itu," ia menjelaskan. 


Rencana Masa depan

Arda saat ini telah memiliki lima single dengan menggnakan nama Arda Hatna, tapi ia masih memiliki keinginan lain.

"Sangat menginginkan untuk membuat album tabungan album sudah banyak, "ucap Arda. Namun untuk sekarang, ia memilih untuk lebih fokus pada single.

Arda menjelaskan bahwa ia ingin merilis album ketika ia berhasil menyuarakan sesuatu yang orang lain tidak bisa bicarakan. Dengan optimistis, ia merasa bahwa ketika syarat tersebut terpenuhi, album tinggal dirilis aja. 

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya