Film Tumbal Darah Tayang Mulai Hari Ini, Charles Gozali: Horor Sejati Datang dari Ketakutan Manusia

Salah satu film yang tayang di bioskop mulai Kamis (23/10/2025), Tumbal Darah. Film ini dibintangi Sallum Ratu dan aktor peraih 2 Piala Citra, Marthino Lio.

oleh Wayan DianantoDiterbitkan 23 Oktober 2025, 15:32 WIB
Salah satu film yang tayang di bioskop mulai Kamis (23/10/2025), Tumbal Darah. Film ini dibintangi Sallum Ratu dan aktor peraih 2 Piala Citra, Marthino Lio. (Foto: Dok. Magma Entertainment)

Liputan6.com, Jakarta Salah satu film yang menyapa bioskop Indonesia mulai hari ini, Kamis (23/10/2025), adalah Tumbal Darah. Karya sineas Charles Ghozali ini dibintangi Sallum Ratu dan aktor peraih 2 Piala Citra, Marthino Lio.

Film Tumbal Darah hasil kolaborasi kreatif Magma Entertainment, Wahana Kreator, Sinemaku Pictures, Virtuelines Entertainment, Caravan Studio, Dunia Mencekam Studios, VMS Studio, PK Films, hingga Samara Group.

Tumbal Darah mengisahkan Iwan (Donny Alamsyah), dokter bersalin, yang menjalankan Klinik Kamboja bersama istri, Sandra (Agla Artalidia) dan asisten, Bakar (Aksara Dena). Di tempat ini, bayi dijadikan tumbal untuk setan demi kekayaan.

Di sisi lain ada pasutri Jefri (Marthino Lio) dan Ella (Sallum Ratu) yang hamil 8 bulan. Hidup dalam keterbatasan, pasutri ini terpaksa mencari pertolongan di tempat yang salah: Klinik Kamboja. Bagaimana nasib Jefri dan Ella di sana?


Horor dan Ketakutan Manusia

Lewat pernyataan tertulis yang diterima Showbiz Liputan6.com, Kamis (23/10/2025), Charles Ghozali berbagi perspektif soal genre horor. Menurutnya, horor tak harus hadir dengan penampakan dan suara musik gedombrangan.

“Horor sejati datang dari ketakutan manusia,” kata Charles Gozali. “Melalui Tumbal Darah, kami ingin mengeksplorasi sisi tergelap manusia dan bertanya: Kalau kita ada di posisi itu, apa yang akan kita lakukan?” imbuhnya.


Bukan Sekadar Ritual Setan

Pertanyaan itu menjadi jantung Tumbal Darah. Film ini tak hanya menawarkan pengalaman teror menegangkan, tapi juga dilema moral yang membuat penonton bimbang. Ini tentang manusia, pilihan hidup, cinta, dan ketakutan yang membayang.

“Pada akhirnya, Tumbal Darah bukan sekadar kisah tentang ritual setan, melainkan tentang manusia, pilihan yang lahir dari cinta dan ketakutan, serta moral yang diuji di titik terendah,” Charles Ghozali menyambnung.


Kondisi Manusia yang Horor

Diberitakan sebelumnya, Marthino Lio menjelaskan, syuting Tumbal Darah dilakukan dua tahun lalu, di Jakarta dan Puncak, Bogor, selama sebulan. Itu sebabnya, film horor ini bisa tayang di Jogja-Netpac Asia Film Festival 2024 dan disambut hangat penonton.

“Dalam film Tumbal Darah, Pak Charles dan Salman Aristo menunjukkan sisi horor yang sebenarnya, kondisi manusia yang horor. Bagaimana manusia digerakkan oleh entitas. Entitas itu menggerakkan manusia untuk menyakiti sesama,” katanya.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya