Liputan6.com, Jakarta Tanggapan berbeda datang dari pelatih Real Madrid, Xabi Alonso, dan pelatih Juventus, Igor Tudor, usai laga Liga Champions. Real Madrid berhasil mengamankan kemenangan tipis 1-0 atas tamunya di Santiago Bernabeu. Skor akhir yang ketat ini mencerminkan pertarungan yang alot di atas lapangan.
Xabi Alonso, sebagai pihak pemenang, justru secara jujur mengakui betapa sulitnya pertandingan tersebut. Ia menyebut timnya harus melewati banyak momen rumit dan nyaris kebobolan di akhir laga. Kemenangan ini diraih Los Blancos dengan perjuangan ekstra keras.
Advertisement
Di sisi lain, Igor Tudor dari kubu Juventus mengungkapkan penyesalan timnya yang gagal mencetak gol. Ia merasa Si Nyonya Tua pantas mendapatkan hasil yang lebih baik meski harus pulang dengan tangan hampa. Namun, ia tetap bersikeras bahwa timnya sudah berada di jalur yang benar.
Menariknya, Tudor juga tidak ragu melontarkan kritik internal yang cukup tajam kepada skuadnya. Ia menyoroti adanya 'rasa takut' saat bertahan dan kurangnya figur pemimpin di dalam tim. Berikut adalah rangkuman lengkap komentar dari kedua pelatih tersebut.
Pengakuan Alonso Soal Laga Sulit
Xabi Alonso sama sekali tidak terkejut dengan perlawanan sengit yang diberikan oleh Juventus. Ia sejak awal sudah menduga bahwa pertandingan ini akan berjalan sangat berat bagi Real Madrid. Alonso pun menaruh hormat pada kualitas pemain dan ide permainan yang diusung oleh Igor Tudor.
Pelatih asal Spanyol itu juga mengungkapkan pesannya kepada para pemain saat jeda babak. Ia meminta skuadnya untuk tetap tenang, sabar, dan melanjutkan permainan sesuai rencana. Ia sangat yakin bahwa momen untuk Real Madrid pada akhirnya akan tiba.
"Kami sudah menduga ini akan menjadi laga yang berat, karena kualitas para pemain Juve dan ide dari pelatih mereka," ujar Xabi Alonso kepada Sky Sport Italia.
"Kami tahu ini akan sulit dan berimbang, dengan banyak momen yang rumit. Saya katakan saat jeda babak bahwa kami harus terus seperti ini, bahwa momen kami akan tiba," lanjutnya.
Nyaris Gagal Menang
Meskipun Real Madrid mampu menciptakan sejumlah peluang, Alonso mengakui timnya gagal "membunuh" permainan. Kegagalan mencetak gol kedua membuat posisi mereka sangat rawan hingga peluit panjang dibunyikan. Juventus bahkan memiliki peluang emas untuk menghukum kelengahan mereka.