Top 3: Harga Emas Dunia Anjlok Parah

Berikut ini tiga artikel terpopuler di kanal bisnis Liputan6.com pada Kamis 23 Oktober 2025.

oleh Arthur GideonDiterbitkan 23 Oktober 2025, 06:30 WIB
Ilustrasi harga emas dunia (Foto By AI)

Liputan6.com, Jakarta Harga emas dunia kembali terkoreksi pada perdagangan Selasa (21/10/2025) setelah sempat mencetak rekor tertinggi di sekitar USD 4.380 per troy ounce.

Formasi candlestick harian dan indikator teknikal seperti Moving Average (MA) menunjukkan tekanan jual semakin kuat.

Artikel mengenai harga emas ini menjadi salah satu artikel yang banyak dibaca. Selain itu masih ada sejumlah berita lain yang menarik untuk disimak.

Lengkapnya, berikut ini tiga artikel terpopuler di kanal bisnis Liputan6.com pada Kamis 23 Oktober 2025:

1. Harga Emas Dunia Anjlok Parah, Ternyata Gara-gara Ini

Harga emas dunia kembali terkoreksi pada perdagangan Selasa (21/10/2025) setelah sempat mencetak rekor tertinggi di sekitar USD 4.380 per troy ounce. Pelemahan harga emas ini terjadi seiring dengan penguatan Dolar AS dan aksi ambil untung oleh para investor setelah reli panjang tanpa koreksi berarti.

Analis PT Dupoin Futures Indonesia Andy Nugraha menjelaskan, formasi candlestick harian dan indikator teknikal seperti Moving Average (MA) menunjukkan tekanan jual semakin kuat.

Simak berita selengkapnya di sini

 

2. Menkeu Purbaya Kaget Pelaku Impor Baju Bekas Ilegal Hanya Dipenjara

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto: Liputan6.com/Arief RH)

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku kaget soal penanganan impor baju bekas ilegal dalam bentuk balpres. Dia akan menyusun aturan ketentuan denda hingga daftar hitam (blacklist) pelaku impor ilegal.

Dia mengungkap hal tersebut setelah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke kantor Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Purbaya kaget baju bekas impor ilegal hanya dimusnahkan dan tersangkanya dipenjara.

Simak berita selengkapnya di sini

 

3. Ternyata Ini Letak Perbedaan Data Purbaya vs Dedi Mulyadi soal Dana APBD Mengendap

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. (Dok. Pemprov Jawa Barat)

Pernyataan Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa terkait adanya pengendapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dalam bentuk deposito bank di sejumlah daerah, termasuk Jabar mendapatkan respons dari Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi.

Pemprov Jawa Barat disebut menempatkan dana sebesar Rp 4,17 triliun. Purbaya mengacu pada data Bank Indonesia per 15 Oktober 2025, yang mencatat 15 daerah menempatkan dana di bank, termasuk DKI Jakarta, Jawa Timur, dan Jawa Barat.

Simak berita selengkapnya di sini

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya