Jose Mourinho Kini Tak Lagi Spesial

Newcastle United akhirnya menemukan kembali sentuhan terbaiknya di pentas Eropa. Bertanding di St. James’ Park pada Rabu (22/10/2025) dini hari WIB, The Magpies tampil garang dan menumbangkan Benfica dengan skor telak 3-0 dalam lanjutan fase grup Liga Champions.

oleh Ari Rachman PrayogaDiterbitkan 22 Oktober 2025, 11:32 WIB
Jose Mourinho (kiri) pada laga Benfica versus Newcastle di ajang Liga Champions. (ANDY BUCHANAN / AFP)

Liputan6.com, Jakarta Newcastle United akhirnya menemukan kembali sentuhan terbaiknya di pentas Eropa. Bertanding di St. James’ Park pada Rabu (22/10/2025) dini hari WIB, The Magpies tampil garang dan menumbangkan Benfica dengan skor telak 3-0 dalam lanjutan fase grup Liga Champions.

Kemenangan ini menjadi pelipur lara setelah kekalahan menyakitkan dari Brighton di Liga Inggris akhir pekan lalu.

Sementara itu, bagi Jose Mourinho, malam di Tyneside berubah menjadi mimpi buruk, sebuah potret kontras dari reputasi lamanya sebagai sosok “The Special One.”


Mourinho yang Terlalu 'Baik'

Lawatan ke Stamford Bridge akan terasa emosional bagi Mourinho. Kendati demikian, The Special One tak datang ke London untuk reuni. Ia ingin meneruskan awalan positifnya bersama Benfica. (Steven Paston/PA via AP)

Jose Mourinho dikenal dengan gaya khasnya yang tajam, penuh emosi, dan membakar semangat. Namun, di laga ini, pelatih asal Portugal itu justru terlihat terlalu ramah.

Sebelum pertandingan, ia sempat memuji suasana St. James’ Park, Eddie Howe, bahkan mengenang sosok Sir Bobby Robson, mantan bos Newcastle sekaligus mentornya di masa muda.

Namun, begitu peluit dibunyikan, keramahan itu tak lagi berarti. Benfica tampil lembek dan kehilangan identitas. Hanya Dodi Lukebakio yang sempat menebar ancaman di babak pertama, sebelum akhirnya Newcastle mengambil alih segalanya.


Gordon dan Barnes Menggila

Selebrasi winger Newcastle United, Anthony Gordon usai mencetak gol ke gawang Benfica di Liga Champions, 22 Oktober 2025. (Richard Sellers/PA via AP)

Anthony Gordon membuka keunggulan Newcastle di menit ke-32 lewat penyelesaian satu sentuhan usai umpan matang dari Jacob Murphy. Gol itu menjadi titik balik pertandingan, cepat, tajam, dan efisien, sesuatu yang belakangan hilang dari lini serang The Magpies.

Harvey Barnes kemudian menggandakan skor di babak kedua melalui skema serangan cepat yang diawali lemparan jauh Nick Pope dari lini belakang. Gol ketiga Barnes di menit ke-83 menegaskan dominasi penuh tuan rumah setelah memanfaatkan umpan terobosan indah dari Gordon.

Murphy, yang baru kembali ke starting XI, menjadi motor serangan di sisi kanan, menghadirkan ancaman yang selama ini absen ketika Anthony Elanga dipasang. Performa energiknya memberi warna baru bagi tim Eddie Howe yang sebelumnya tampil tumpul di Premier League.


Mourinho Kehabisan Ide

Jose Mourinho saat diperkenalkan sebagai pelatih Benfica. (AP Photo/Ana Brigida)

Sementara itu, Mourinho hanya bisa termenung di pinggir lapangan. Benfica tampak tak berdaya menghadapi pressing dan kecepatan pemain sayap Newcastle.

“Kami kalah dari segi tenaga dan ritme. Gol kedua mereka membunuh kami secara psikologis,” aku Mourinho seusai pertandingan.

Sang pelatih legendaris tampak kehilangan sihir lamanya. Tim asuhannya terlihat pasif, bahkan tampak lega bisa mengakhiri laga hanya dengan selisih tiga gol. Sebuah pemandangan yang dulu mustahil dikaitkan dengan tim besutan Mourinho.

Sumber: Daily Mail


Klasemen League Phase Liga Champions

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya