Liputan6.com, Jakarta - Erin Rahayu Pasaribu, pelajar dari SD Negeri Aek Tolang Kecamatan Pandan, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara mendadak menghampiri Menko Pemberdayaan Masyarakat (PM) Muhaimin Iskandar yang tengah meninjau salah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah tersebut.
Dia menceritakan, sejak mendapatkan program makan bergizi gratis (MBG) di sekolahnya. Kepada Menko Muhaimin, Erin pun membacakan sepucuk surat yang membuatnya terharu.
Advertisement
"Saya ingin memberi pesan kesan semenjak saya mendapatkan MBG. Terima kasih Pak Prabowo atas makanan bergizi gratis (MBG) semenjak ada MBG aku yang awalnya jarang makan buah jadi sering makan buah, makanannya enak sehat dan bergizi, yang awalnya jarang minum susu ataupun Yakult sekarang sudah sering, semoga rezeki bapak lancar terima kasih pak prabowo," tutur Erin dalam suratnya.
Menko Muhaimin pun bertanya kepada Erin, mulai dari jam berapa makannya dan bagaimana kondisi makanannya. Erin menjawab, semua berjalan baik, dan menunya dinilai bisa dinikmati.
"Kami makan setiap jam 10 pak, jam sarapan, sekelas 28 murid pak. Semua dapat makanan, tidak ada yang basi, menunya enak, terima kasih pak Prabowo!," seru Erin.
Tinjau SPPG di Tapanuli Tengah
Diketahui, Menko Pemberdayaan Masyarakat (PM) Muhaimin Iskandar meninjau salah satu stasiun pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) di Tapanuli Tengah. Secara seksama, pria karib disapa Gus Imin itu meninjau mulai dari tempat masak, mencuci foodtray hingga manajemen pengelolaan makanan.
"Hari ini saya berkunjung ke SPPG Tapanuli Tengah, dikawal bupati Masinton dan senang bisa berkomunikasi dengan kepala SPPG dan ahli gizi, sama akuntannya didampingi kepala kordinator wilayah level kabupaten," kata pria karib disapa Gus Imin di lokasi, Selasa (21/10/2025).
Dari hasil tinjauan tersebut, Gus Imin menyatakan SPPG di Tapanuli Tengah layak dicontoh karena standar produksinya tepat waktu. Sehingga makanan disajikan tidak basi.
"Banyak basi karena masaknya lebih awal sehingga terlampau lama masakannya. Kalau SPPG ini, jam 1 malam masak, sehingga disajikan jam 10 masih segar. Itulah contoh pola manajemen masak ke 3.519 penerima manfaat anak-anak siswa, ibu hamil, balita, ibu menyusui," ungkap Gus Imin.
Gus Imin menambahkan, berjalannya proyek MBG juga menandai satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo. Terlepas dari ada yang harus evaluasi, dia menilai berjalannya MBG kepada puluhan juta penerima adalah sebuah pencapaian luar biasa.
Program Raksasa
"Ya tentu ini kalau MBG adalah program raksasa. Dimana anggarannya sangat besar, penerimaan manfaatnya sangat besar. Hari ini sudah sampai puluhan juta dan itu merupakan prestasi," ujar Ketua Umum PKB ini.
Gus Imin meyakini, jika masih ada kekurangan, maka hak itu dikarenakan ada penyelewengan yang ke depan harus dikontrol.
"Kepala SPPG, kepala dapur harus benar-benar disiplin. Harus keras, tegas, ambil alih tanggung jawab. Tidak mau kompromi, karena disitu disiplin. Disitulah anda kepala-kepala dapur, kepala-kepala SPPG diberikan tanggung jawab. Mendapatkan kepercayaan. Kalau ada kasus-kasus keracunan, rata-rata karena basi, rata-rata karena problem-problem manajemen. Yang harus kita benahi, Insya Allah standar mutu ini harus dijaga terus," dia memungkasi.