Liputan6.com, Jakarta - Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD), Lia Istifhama mengapresiasi capaian satu tahun kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Menurutnya, di tengah berbagai tantangan nasional dan global, kepemimpinan Prabowo-Gibran telah menunjukkan arah transformasi yang nyata, berpihak kepada rakyat, dan berhasil menjaga stabilitas bangsa di era digital yang penuh dinamika.
Advertisement
“Dalam satu tahun pertama, meskipun masih ada tantangan, saya melihat banyak langkah yang menunjukkan bahwa kepemimpinan saat ini mendengarkan aspirasi masyarakat, berorientasi pada humanisme, dan berani membuat gebrakan kebijakan yang berpihak kepada rakyat,” ujar Lia di Jakarta, Senin (20/10/2025).
Ia mencontohkan program Sekoper Gizi melalui Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai berdampak langsung bagi masyarakat kecil, serta langkah diplomasi ekonomi yang semakin progresif.
“Ada langkah menuju kesepakatan dagang dengan Uni Eropa (EUCEPA) dan Amerika Serikat, meskipun detail teknis dan ratifikasi masih menanti. Ini sinyal bahwa pemerintah ingin memaksimalkan peluang pasar global demi pertumbuhan ekonomi nasional,” jelasnya.
Ning Lia juga menyoroti kebijakan larangan rangkap jabatan bagi pejabat publik, pejabat negara, dan pejabat BUMN yang diterbitkan pemerintahan Prabowo-Gibran. Menurutnya, langkah tersebut merupakan bentuk keseriusan pemerintah dalam memastikan pejabat fokus pada kinerja, bukan memperluas kekuasaan.
“Penerbitan aturan larangan rangkap jabatan adalah catatan penting bahwa fokus harus pada kinerja, bukan memperluas jaringan jabatan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Lia menilai gaya kepemimpinan Prabowo yang aspiratif dan komunikatif menjadi salah satu faktor utama meningkatnya kepercayaan publik.
“Presiden sangat berhasil membangun hubungan interpersonal dengan masyarakat. Beliau sangat aspiratif dan menerima masukan untuk kemudian dipertimbangkan sebagai evaluasi kebijakan,” katanya.
Menurut Lia, Prabowo berhasil memahami karakter masyarakat modern yang semakin kritis dan menuntut respons cepat dari pemerintah.
“Salah satu konsekuensi perkembangan global adalah muncul karakter immediacy, yaitu masyarakat yang menilai pemerintah dari kebijakan yang memberikan benefit bagi publik, tidak selalu materi, bisa juga sosial. Dan Bapak Presiden Prabowo terbukti berhasil. Itu sebab survei kepemimpinan beliau hampir mutlak memuaskan,” tuturnya.
Selamatkan Indonesia dari Ancaman Disintegrasi
Lia juga menyoroti peran Presiden Prabowo dalam menjaga stabilitas nasional di tengah ancaman disintegrasi bangsa di era keterbukaan informasi digital.
“Kita harus mengakui bahwa negara kita tetap terselamatkan dari disintegrasi bangsa setelah beberapa momen yang menunjukkan riak-riak perpecahan di era digital. Keterbukaan informasi tanpa filter menyebabkan ruang disinformasi begitu luas,” ujarnya.
Menurut Lia, kemampuan Presiden dalam menjaga komunikasi publik dan meredam potensi konflik sosial patut diapresiasi.
“Alhamdulillah, berbagai gelombang demonstrasi dan riak perpecahan beberapa waktu lalu akhirnya reda. Saya kira ini tak lepas dari peran strategi seorang Presiden,” pungkasnya.
Survei Poltracking: Kepuasan Publik Capai 78,1 Persen
Sebagai informasi, Poltracking Indonesia baru-baru ini merilis hasil survei kepuasan publik terhadap kinerja pemerintahan Prabowo-Gibran yang mencapai 78,1 persen. Survei dilakukan pada 3–10 Oktober 2025 dengan melibatkan 1.220 responden di seluruh Indonesia.
Hasil survei tersebut, menurut Lia, mencerminkan keberhasilan kepemimpinan Prabowo-Gibran dalam mempertahankan kepercayaan publik melalui kebijakan yang nyata, aspiratif, dan stabil.
“Semoga pemerintahan ini terus diberkahi dengan kekompakan, kebijaksanaan, dan keberhasilan dalam mewujudkan visi Asta Cita sebagai ikhtiar bersama menuju Indonesia Emas 2045,” tutupnya.