Liputan6.com, Jakarta Kabar duka datang dari dunia sepak bola Inggris. Harley Pearce, putra legenda Timnas Inggris Stuart Pearce, meninggal dunia dalam kecelakaan traktor yang tragis.
Harley, yang baru berusia 21 tahun, menghembuskan napas terakhirnya pekan lalu di Gloucestershire.
Advertisement
Polisi setempat mengonfirmasi bahwa insiden tersebut terjadi di Old Birdlip Hill, A417, di Witcombe, dekat Gloucester, sekitar pukul 14.30 waktu setempat pada Kamis sore.
Kabar ini mengejutkan publik sepak bola Inggris, terutama mereka yang mengenal keluarga besar Pearce, sosok yang dihormati di dunia sepak bola.
Duka mendalam langsung mengalir dari berbagai pihak, termasuk keluarga, klub-klub yang pernah dibela Stuart Pearce, hingga publik sepak bola Inggris secara luas.
Harley dikenal sebagai sosok muda yang pekerja keras dan memiliki masa depan cerah di bidang pertanian.
Sosok Harley Pearce di Mata Keluarga
Keluarga Harley telah menyampaikan penghormatan yang mengharukan. Dalam pernyataan resminya, mereka berkata bahwa kabar duka ini sangat memukul mereka.
"Keluarga kami sungguh terkejut dan sangat berduka atas kehilangan putra kami yang terkasih dan saudara lelaki yang setia," tulis pihak keluarga.
Mereka menggambarkan Harley sebagai 'anak emas dengan senyum yang menular'. Dalam penghormatan tersebut, keluarga juga mengenang kepribadian Harley yang penuh kebaikan hati, kerja keras, dan semangat kewirausahaan luar biasa di industri pertanian.
"Ia akan selalu menjadi bintang gemilang kami. Beristirahatlah dalam damai, putra dan saudara lelaki kami yang tampan. Kalian tidak akan pernah terlupakan," tambah keluarga.
Pilihan Karier Harley yang Berbeda Dibanding Stuart Pearce
Harley dikenal sebagai sosok muda yang berdedikasi. Ia menjalankan perusahaan pertaniannya sendiri bernama Harley Pearce Agricultural Services.
Ketenangan dan etos kerja yang dimilikinya membuat banyak orang di sekitarnya merasa kehilangan yang mendalam.
Ayah Harley, Stuart Pearce, adalah salah satu ikon sepak bola Inggris di era 1990-an.
Stuart Pearce mencatatkan lebih dari 400 penampilan bersama Nottingham Forest, serta pernah memperkuat Coventry City, Newcastle United, West Ham United, dan Manchester City.
Di level internasional, ia tampil dalam 78 laga bersama Timnas Inggris, dan setelah pensiun sempat menjadi pelatih di sejumlah klub serta menangani Timnas Inggris Raya di Olimpiade London 2012.
Sumber: BBC Sport