Pemprov DKI Jakarta Klaim Kemacetan di Jalan TB Simatupang Terurai, Ini Alasannya

Paljaya mempercepat penyelesaian proyek tunneling di TB Simatupang, Jakarta Selatan, lebih cepat dari target untuk mengurangi kemacetan. Jalur selatan kini kembali dibuka sepenuhnya, sementara pekerjaan di sisi utara dilanjutkan tanpa mengganggu lalu lintas utama.

oleh Winda NelfiraDiterbitkan 20 Oktober 2025, 17:55 WIB
Situasi di Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan. (Foto:

Liputan6.com, Jakarta Perusahaan Umum Daerah Pengolahan Air Limbah (Perumda Paljaya) telah menuntaskan pekerjaan tunneling jaringan sistem pengolahan air limbah domestik terpusat di Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan.

Pekerjaan yang berlokasi di titik mainhole MH-7, depan SPBU Pertamina, itu selesai lebih cepat dari target semula, yakni 25 Oktober 2025. Percepatan ini dilakukan untuk meminimalkan dampak konstruksi terhadap lalu lintas di kawasan tersebut.

“Percepatan pembukaan badan jalan ini merupakan wujud komitmen kami untuk mengutamakan kepentingan publik. Kami berterima kasih atas kesabaran dan dukungan masyarakat selama proses pengerjaan,” kata Direktur Utama (Dirut) Paljaya, Untung Suryadi dalam keterangannya, dikutip Senin (20/10/2025).

Selain titik MH-7, Paljaya sebelumnya juga telah menyelesaikan pekerjaan di manhole MH-4, tepatnya di depan Cibis Park, pada 7 Oktober 2025. Dengan demikian, seluruh pekerjaan di lajur selatan Jalan TB Simatupang dinyatakan rampung.

Menurut Untung, mulai 18 Oktober 2025, pagar proyek di sepanjang lajur selatan telah dibuka, dan badan jalan kini dapat digunakan kembali secara normal oleh masyarakat. Paljaya, ujar Untung menegaskan, tidak ada lagi hambatan lalu lintas akibat proyek di sisi tersebut.

“Pekerjaan di sisi selatan yang sebelumnya menimbulkan kemacetan, baik di depan Cibis Park maupun SPBU Pertamina, sudah sepenuhnya selesai,” kata Untung.

 

Masih Ada Sisa Pekerjaan

Meski begitu, Untung menuturkan pekerjaan di sisi utara Jalan TB Simatupang masih berlangsung. Namun, kegiatan konstruksi saat ini hanya dilakukan di area privat, yakni di dalam kawasan Wisma Raharja dan trotoar, sehingga tidak lagi mengganggu arus kendaraan di jalan utama.

Paljaya, lanjutnya memastikan pembangunan infrastruktur air limbah domestik akan terus berlanjut hingga Juni 2026. Untung berujar, seluruh proses dilakukan secara efektif, efisien, dan berorientasi pada manfaat publik, dengan koordinasi berkelanjutan bersama instansi terkait untuk menjaga keselamatan dan kelancaran lalu lintas.

Adapun proyek ini merupakan bagian dari pembangunan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Terpusat (SPALD-T), yang mencakup jaringan perpipaan dan instalasi pengolahan air limbah.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya