Liputan6.com, Jakarta CKG atau Cek Kesehatan Gratis adalah salah satu program prioritas atau quick win pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di bidang kesehatan. Kurang dari setahun program ini berjalan, per kemarin Minggu,19 Oktober 2025, sudah 46 juta orang yang mendaftar untuk mengikuti CKG.
Dari 46 juta orang yang mendaftar CKG, 43 juta diantaranya sudah mendapatkan layanan pemeriksaan kesehatan sesuai dengan kelompok usia.
Advertisement
CKG bisa diakses di 10 ribu puskesmas dan 114 ribu sekolah yang ada di seluruh Indonesia. Masyarakat dapat menjalani pemeriksaan tekanan darah, gula darah, anemia, hingga status gizi.
“Kami melihat antusiasme masyarakat yang luar biasa," kata Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes Aji Muhawarman dalam keterangan tertulis, Senin, 20 Oktober 2025.
Lewat program ini, misinya tidak hanya pemeriksaan kesehatan massal tapi juga untuk membengun kebiasaan peduli kesehatan termasuk mengecek kondisi kesehatan secara berkala tanpa menunggu sakit.
"Program Cek Kesehatan Gratis bukan hanya tentang pemeriksaan, tapi tentang membangun budaya peduli kesehatan di semua lapisan masyarakat,” kata Aji.
Masalah Kesehatan Terbanyak pada Orang Dewasa: Obesitas Sentral
Temuan masalah kesehatan dari CKG antara lain obesitas sentral atau perut buncit. Ini adalah kondisi tubuh dengan lingkar pinggang lebih dari 90cm (laki-laki) dan 80cm (perempuan).
Orang dengan perut buncit memiliki risiko 2 kali lebih besar mengalami diabetes dan hipertensi. Jika tidak ditangani, diabetes dan hipertensi dapan menyebabkan stroke dan penyakit jantung.
Selain obesitas sentral, diabetes dan hipertensi adalah dua jenis penyakit yang paling banyak ditemukan pada peserta CKG.
Temuan lain yang menarik adalah tingginya masalah gigi (berlubang, goyang, lepas, dan gusi turun).
CKG Diprediksi Diikuti 70 Juta Orang pada 2025
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin pada kesempatan sharing session Jumat, 17 Oktober 2025 mengatakan setiap harinya, sekitar 600 ribu orang mengikuti program CKG.
Dengan laju tersebut, Budi memperkirakan akan ada tambahan sekitar 30 juta peserta yang menjalani pemeriksaan kesehatan ini hingga akhir 2025.
"Saya kan jujur, mungkin capaiannya di kepala 70 jutaan," kata Budi mengutip Antara.