Minggu Sore, Prabowo Ajak Rapat Menteri Bahas SDM Harus Sejalan dengan Kebutuhan Industri

Presiden Prabowo Subianto kumpulkan sejumlah menteri di Kabinet Merah Putih. Pertemuan digelar di kediaman pribadi Prabowo, Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Minggu (19/10/2025).

oleh Ady AnugrahadiDiterbitkan 19 Oktober 2025, 19:38 WIB
Presiden RI Prabowo Subianto (tiga kanan) memimpin rapat bersama sejumlah menteri Kabinet Merah Putih di kediaman pribadinya, Jalan Kertanegara, Jakarta, Minggu (28/9/2025) (Biro Pers Sekretariat Presiden)

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto kumpulkan sejumlah menteri di Kabinet Merah Putih. Pertemuan digelar di kediaman pribadi Prabowo, Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Minggu (19/10/2025).

Rapat membahas tentang pengembangan sumber daya manusia di bidang science, technology, engineering, and mathematics (STEM).

Salah satu yang hadir adalah Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto. Dia Presiden kembali menekankan pentingnya perencanaan SDM yang sejalan dengan arah pertumbuhan industri nasional.

"Nah, kami kembali diingatkan untuk menghitung secara cermat SDM-SDM yang dibutuhkan," kata dia kepada wartawan, Minggu (19/10/2025).

Menurut Brian, pemerintah kini tengah menghitung secara cermat kebutuhan tenaga ahli di berbagai sektor mulai dari ketahanan pangan, energi, maupun hilirisasi mineral. Program beasiswa seperti LPDP juga akan disesuaikan dengan kebutuhan industri yang akan berkembang.

"Jangan ada missmatch antara SDM yang kita siapkan di pendidikan tinggi dengan nantinya pertumbuhan industri yang ada," ucap dia.

Dia menerangkan, rapat juga membahas mengenai pengembangan SDM yang kaitannya dengan program pemerintah lainnya, seperti MBG, Desa Nelayan, dan Koperasi Merah Putih. Semua diarahkan agar setiap sektor memiliki tenaga siap pakai.

"Jadi, seluruh sektor-sektor pertumbuhan yang akan berjalan, harapannya disiapkan SDM-nya," ujar dia.

 

SDM yang Siap

Presiden Prabowo Subianto menghadiri Munas VI PKS, Jakarta pada Senin (29/9/2025). (Biro Pers)

Selain itu, Brian mengatakan, Presiden turut menyoroti kecepatan perubahan teknologi, termasuk penggunaan kecerdasan buatan (AI). Kurikulum pendidikan tinggi akan diperbarui agar relevan dengan kebutuhan industri masa depan.

"Sehingga intinya adalah SDM kita siap untuk mendukung program-program pemerintah untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi," ucap dia.

Tak cuma itu, sektor pertahanan tak luput dari pembahasan. Dia menyebut, peningkatan industri pertahanan masuk dalam 8 Asta Cita Pemerintahan Prabowo-Gibran.

Karena itu, peningkatan kapasitas SDM di bidang industri pertahanan juga akan dikebut.

“Nah, itu juga kita diminta juga menyiapkan berbagai SDM di bidang itu. Apalagi sekarang sektor pertahanan, misalnya, itu pun sangat kental dengan teknologinya, ya. Jadi penguasaan-penguasaan teknologi, SDM-SDM, itu harapannya bisa match ya dengan industri yang akan tumbuh di Indonesia," tandas dia.

 

 

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya