7 Cara Meningkatkan Peluang Hamil di Usia 35+, Termasuk Kelola Stres

Berencana hamil di usia kepala tiga ke atas kerap terjadi pada pasangan di Singapura yang memastikan kesiapan finansial terlebih dahulu, begini saran dokter untuk meningkatkan peluang kehamilan.

oleh Ade Nasihudin Al AnsoriDiterbitkan 20 Oktober 2025, 06:00 WIB
Berencana Hamil Meski Usia Lewat 35, Simak 7 Cara Meningkatkan Peluangnya menurut dokter. Foto dibuat oleh AI.

Liputan6.com, Jakarta Berencana hamil meski usia sudah melewati angka 35 bukanlah hal yang tidak mungkin. Meski begitu, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan

Menurut dokter spesialis obstetri dan ginekologi di Gleneagles Hospital, Singapura, Dr Lim Min Yu, ada sebuah tren menunda kehamilan di Singapura.

“Tren yang berkembang bagi pasangan di Singapura adalah menunggu hingga mereka aman secara finansial sebelum memulai sebuah keluarga. Hal ini sering kali berarti mereka menunda untuk memiliki momongan hingga usia pertengahan 30-an,” kata Lim mengutip laman Mount Elizabeth, Senin (20/10/2025).

Sayangnya, kesuburan pada pria dan wanita menurun seiring bertambahnya usia karena beberapa alasan biologis. Seorang wanita dilahirkan dengan semua sel telur yang akan dimilikinya dan seiring dengan bertambahnya usia, jumlah dan kualitas sel telurnya menurun.

Menurut Lim, kesuburan seorang wanita mulai menurun drastis setelah usia 35 tahun. Di atas usia 40 tahun, peluangnya semakin berkurang. Ketika ia mulai mengalami menopause di usia 50 tahun, peluangnya untuk hamil secara alami hampir nol. Singkatnya, usia seorang wanita adalah faktor yang paling penting dalam menentukan peluang untuk hamil.

Sementara, pria terus memproduksi sperma baru sepanjang hidupnya. Namun, jumlah dan kualitasnya menurun seiring bertambahnya usia.

Lantas, bagaimana cara meningkatkan peluang hamil?

 

7 Cara Tingkatkan Peluang Kehamilan

Menurut Lim, ada beberapa cara meningkatkan peluang kehamilan, yakni:

Pahami Siklus Menstruasi

Perempuan dapat meningkatkan peluang untuk hamil dengan memahami siklus menstruasi. Bagi wanita dengan siklus yang teratur, ovulasi terjadi sekitar dua minggu sebelum menstruasi.

Berhubungan seks pada hari-hari sebelum dan sesudah ovulasi dapat mempermudah terjadinya pembuahan.

Wanita yang memiliki siklus yang tidak teratur mungkin merasa lebih sulit untuk memperkirakan kapan ovulasi terjadi. Untuk mengetahui lebih lanjut tentang kesuburan, bicarakan dengan spesialis obstetri dan ginekologi.

 

Kelola Stres

Gaya hidup yang sibuk dan tekanan untuk mencoba hamil dapat membuat stres. Penumpukan stres ini dapat mempengaruhi kesempatan untuk hamil.

Meskipun stres sesekali adalah hal yang wajar, para ahli percaya bahwa kadar hormon yang berhubungan dengan stres seperti kortisol yang lebih tinggi dapat mengganggu siklus menstruasi dan ovulasi, terutama jika mengalami stres yang berkepanjangan atau kronis.

Selain faktor biologis ini, ada juga faktor gaya hidup yang perlu dipertimbangkan, karena wanita yang mengalami stres mungkin akan lebih jarang berhubungan seks, dan juga lebih cenderung mengonsumsi lebih banyak kafein dan/atau alkohol, atau lebih banyak merokok.

Karena stres dapat mempersulit untuk hamil, maka penting untuk belajar mengelola stres dan mempraktikkan perawatan diri dengan menjaga kesehatan fisik dan emosional.

"Saya pernah melihat kasus pasangan yang gagal hamil meskipun telah menjalani perawatan fertilisasi in-vitro (IVF), kemudian hamil secara alami ketika mereka berhenti berusaha atau saat berlibur karena mereka lengah dan tidak lagi fokus pada upaya untuk hamil," kata Dr. Lim. "Kondisi mental yang lebih santai memberi mereka peluang lebih tinggi untuk hamil."

Beberapa wanita juga merasa terbantu dengan berlatih yoga, pernapasan dalam atau meditasi sebagai cara untuk mengurangi stres.

 

Olahraga

Olahraga ringan dapat membantu meningkatkan kesehatan secara keseluruhan dan bahkan membantu mengurangi stres, yang dapat membantu meningkatkan peluang untuk hamil.

“Jika Anda belum aktif berolahraga, yang terbaik adalah memulai dengan hal-hal sederhana seperti berjalan kaki setiap hari. Berhati-hatilah untuk tidak melakukan terlalu banyak olahraga, karena olahraga yang berlebihan dapat memberikan efek sebaliknya dan mengganggu ovulasi,” saran Lim.

Pertahankan Berat Badan yang Sehat

Jika memiliki berat badan berlebih atau kurang secara signifikan, perempuan mungkin akan lebih sulit untuk hamil. Kelebihan berat badan juga meningkatkan risiko diabetes gestasional dan tekanan darah tinggi.

Diet

Cobalah untuk mengonsumsi makanan yang seimbang dan makan lebih banyak makanan utuh yang mengandung lebih sedikit garam, gula, dan pengawet.

“Anda juga harus minum lebih banyak air, hilangkan kafein dan kurangi asupan minuman manis.”

Wanita yang berencana untuk hamil juga harus mulai mengonsumsi vitamin prenatal yang mengandung setidaknya 400mg asam folat untuk mengurangi risiko cacat lahir.

 

Perubahan Gaya Hidup

Jika berencana untuk hamil, yang terbaik adalah berhenti merokok dan konsumsi alkohol karena hal ini terkait dengan risiko yang lebih tinggi untuk berat badan lahir rendah, disabilitas bawaan, keguguran, dan kelahiran mati.

Lakukan Pemeriksaan Kesuburan Sejak Dini

Dalam hal kesulitan kehamilan, sepertiga dari kasus ketidaksuburan disebabkan oleh wanita, sepertiga disebabkan oleh pria, dan sepertiga disebabkan oleh kombinasi kedua pasangan.

Karena kesulitan untuk hamil bukan semata-mata masalah wanita, Dr Lim merekomendasikan pasangan untuk berkonsultasi dengan spesialis obstetri dan ginekologi secara bersama-sama sehingga semua kemungkinan penyebabnya dapat diselidiki dan diatasi atau diobati.

Ia juga mencatat bahwa dengan mengatasi infertilitas bersama, mereka dapat saling mendukung dan mendapatkan kekuatan satu sama lain. Membantu (dan tidak menghakimi) pasangan selama masa-masa penuh tekanan ini adalah kunci menuju perjalanan kesuburan yang bahagia dan sehat.

Masalah kesuburan lebih sering terjadi daripada yang disadari oleh banyak orang. Dengan 1 dari 6 pasangan menghadapi masalah kesuburan, Dr Lim menyarankan pasangan yang lebih muda untuk mencari nasihat medis jika mereka telah mencoba untuk hamil selama satu tahun tanpa hasil. Pasangan yang berusia di atas 35 tahun tidak boleh menunda menemui dokter kesuburan lebih dari 6 bulan untuk mencoba mendapatkan momongan.

"Melakukan skrining kesuburan pada tahap lebih awal akan membantu mengidentifikasi masalah dan memperbaikinya sejak dini," kata Dr. Lim.

"Ini termasuk masalah struktural seperti polip yang ditemukan di dalam rongga rahim, atau endometriosis, yang diketahui dapat mengganggu kesuburan, dan operasi dapat meningkatkan tingkat pembuahan," pungkasnya.

POPULER

    Berita Terkini Selengkapnya