Liputan6.com, Jakarta Raphinha membuka diri tentang perasaannya ketika rumor kepindahan Nico Williams ke Barcelona merebak. Ia merasa tidak dihargai, terutama saat sebuah foto penggemar viral dengan jersey Barca bertuliskan 'Williams 11', nomor yang dipakai Raphinha.
“Saya melihat jersey No. 11 saya dengan nama Nico Williams muncul di media sosial… itu sangat tidak hormat. Itu selera lelucon yang buruk,” ungkapnya dalam konferensi pers, dikutip dari ESPN.
Advertisement
“Orang harus menghormati pemain yang ada. Kami di sini memberi yang terbaik dan berjuang untuk klub. Melihat foto itu terasa tidak menyenangkan bagi saya, saya merasa sedikit tersakiti.”
Memulihkan Gengsi Lewat Performa
Meskipun rumor dan kontroversi muncul, Raphinha membuktikan dedikasinya melalui peningkatan performa di bawah arahan Hansi Flick. Setelah periode adaptasi dan tekanan, ia mulai menunjukkan kontribusi yang konsisten di lini depan Barcelona.
Ia menyatakan bahwa ia tidak menggunakan kontroversi sebagai motivator utama, melainkan menekankan bahwa perubahan mental dan taktik adalah kunci keberhasilannya:
“Musim ini saya memulai dengan mental yang berbeda … saya tahu saya harus beradaptasi ke posisi dan gaya bermain baru. Dulu saya memberi 100 persen, sekarang saya memberi 200 persen dan selalu siap melakukannya untuk klub ini.”
Publikasi El Pais juga melaporkan bahwa Raphinha menyebut tindakan menyebarkan jersey Williams tersebut sebagai “falta de respeto”, kesalahan menghormati terhadap pekerjaannya.
Raphinha Lebih Tegas
Raphinha berulang kali menekankan bahwa opini publik dari pihak yang tidak tahu perjalanan hidupnya. Dia juga menambahkan bahwa banyak orang tampaknya ingin dirinya angkat kaki dari Barcelona
“Banyak orang [ingin saya keluar]. Tidak mungkin menyebut satu per satu. Tiba-tiba, saya tidak melakukan apa yang mereka harapkan saya lakukan, apa yang mereka pikir harus saya lakukan," sambung Raphinha.
Namun, ia menegaskan bahwa ia selalu memiliki keyakinan terhadap apa yang bisa dia berikan di lapangan.
“Saya sangat berdedikasi. Mungkin mereka ingin 30 gol per musim, itu bukan gaya saya. Saya bukan striker. Saya pemain yang membantu dengan komitmen, kerja keras, itu Raphinha. Saya akan selalu memberikan yang terbaik.”