Analisis Harga Solana (SOL): Mampukah Tembus Level Resistance dan Capai USD 260?

Solana (SOL) menjadi blockchain dengan pendapatan aplikasi tertinggi, melampaui Ethereum dan BSC. Analis Ali Martinez memprediksi harga SOL berpotensi mencapai $260. Baca selengkapnya!

oleh Arthur GideonDiterbitkan 17 Oktober 2025, 18:00 WIB
Aset digital kripto Solana (SOL). (Foto by AI)

Liputan6.com, Jakarta - Berita terkini seputar Solana (SOL) menunjukkan bahwa blockchain ini secara mengejutkan memimpin di antara para pesaingnya dalam hal pendapatan aplikasi harian. Di tengah pertumbuhan jaringan yang kuat dan perkembangan positif terkait ETF Solana, para trader mulai mengincar kemungkinan pergerakan harga SOL menuju level USD 260.

Dikutip dari coinmarketcap, Jumat (17/10/2025), Solana (SOL) saat ini menunjukkan potensi besar untuk menguji ulang level USD 260 setelah berhasil melampaui semua blockchain lain dalam pendapatan aplikasi harian, menarik perhatian signifikan dari komunitas trader dan investor global.

Analis pasar menilai bahwa kuatnya aktivitas jaringan dan kemajuan ETF dapat menentukan langkah selanjutnya saat SOL berjuang mempertahankan zona support di sekitar USD 190.

Pendapatan Aplikasi

Dalam 24 jam terakhir, Solana menduduki puncak semua blockchain dalam perolehan pendapatan aplikasi. Data yang dibagikan oleh The Solana Post di X menunjukkan bahwa Solana mencatatkan pendapatan aplikasi sebesar USD 4,83 juta.

Angka ini menempatkan Solana di depan para pesaing utama seperti Binance Smart Chain (BSC) dengan USD 3,85 juta, Hyperliquid L1 dengan USD 2,97 juta, dan bahkan Ethereum yang mencatatkan USD 2,7 juta.

Jaringan lain seperti Base, edgeX, Arbitrum, dan Polygon berada di bawah total tersebut.

Peringkat pendapatan ini menunjukkan bahwa aktivitas jaringan Solana tetap sangat kuat. Jaringan ini terus menarik pengguna dan proyek baru, menandakan tingginya permintaan transaksi dibandingkan dengan blockchain besar lainnya.

Komunitas kripto melihat ini sebagai sinyal positif untuk posisi pasar Solana. Beberapa pelaku pasar bahkan percaya bahwa pendapatan aplikasi yang konsisten dapat menopang pemulihan harga jika volume perdagangan meningkat dalam beberapa minggu mendatang.

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

 

Analisis Harga: Target USD 260 dan Level Kunci

Aset digital kripto Solana (SOL). (Foto by AI)

Analis pasar, Ali Martinez, berpendapat bahwa harga SOL mungkin sedang bersiap untuk menguji ulang level USD 260. Saat artikel ini ditulis, SOL diperdagangkan di sekitar level USD 189.45.

Dalam tren pasar, aset digital ini kembali menguji support di sekitar USD 190, level yang telah bertindak sebagai basis harga sejak akhir Agustus. Meskipun demikian, pada grafik harian, pergerakan rata-rata 20 hari telah memotong di bawah pergerakan rata-rata 50 hari. Pola ini dapat mengindikasikan pelemahan dalam jangka pendek.

Jika Solana gagal bertahan di atas USD 190, harga bisa turun ke level USD 170, titik terendah minggu lalu.

Namun, pergerakan yang jelas di atas USD 211 diyakini akan mengubah tren tersebut dan membuka jalur menuju harga yang lebih tinggi. Hal ini dapat membawa harga Solana mendekati target USD 260 yang disebutkan dalam analisis Ali Martinez.

Pengamat pasar lain, Johnny, menambahkan bahwa jaringan Solana "membutuhkan pendorong baru" untuk mendongrak aktivitas. Dia merujuk pada spekulasi peluncuran ETF Solana pada Kuartal Keempat sebagai katalis potensial untuk kinerja on-chain yang lebih kuat.

 

Dorongan Sentimen dari Perkembangan ETF

Solana Kripto.

Di samping kinerja jaringan, sentimen pasar terhadap SOL semakin meningkat berkat perkembangan ETF (Exchange-Traded Fund). SolanaNews.sol melaporkan peluncuran ETF spot Solana pertama di dunia di Hong Kong.

Secara terpisah, manajer aset 21Shares telah mengajukan Form 8-A kepada Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC), sebuah langkah signifikan yang mendekatkan ETF Solana mereka pada persetujuan di Amerika Serikat.

Dua perkembangan institusional ini menunjukkan meningkatnya minat dari lembaga keuangan terhadap Solana. Para pengamat pasar percaya bahwa produk ETF dapat menarik modal baru dengan menawarkan cara yang lebih mudah bagi investor institusional dan ritel untuk mendapatkan eksposur terhadap aset digital.

Jika disetujui, ETF akan membawa lebih banyak perhatian dan likuiditas ke pasar Solana, yang diyakini sebagian trader akan mendukung permintaan jangka panjang koin tersebut.

Untuk saat ini, prospek jangka pendek harga SOL masih terikat pada kemampuannya menahan level support USD 190. Namun, dikombinasikan dengan kuatnya pendapatan aplikasi dan meningkatnya perhatian ETF, banyak pelaku pasar melihat alasan untuk bersikap optimistis secara hati-hati terhadap perjalanan Solana menuju USD 260.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya