Mobil Listrik Cetak Rekor Global, 2,1 Juta Unit Terjual pada September 2025

Penjualan mobil listrik secara global pada September 2025 mencapai titik tertinggi, dengan penjualan sebanyak 2,1 juta unit

oleh Arief AszhariDiterbitkan 16 Oktober 2025, 17:04 WIB
Pekerja merakit mobil di pabrik milik First Automotive Works (FAW) Group Co., Ltd. di Changchun, ibu kota Provinsi Jilin pada 1 September 2020. FAW, produsen otomotif terkemuka di China, menjual 2.656.744 unit kendaraan pada tiga kuartal pertama tahun ini, naik 8 persen secara tahunan (year on year)

Liputan6.com, Jakarta - Penjualan mobil listrik secara global pada September 2025 mencapai titik tertinggi, dengan penjualan sebanyak 2,1 juta unit. Pencapaian yang cukup positif ini, didorong oleh insentif pemerintah yang kuat, dan permintaan konsumen Tiongkok, Eropa, dan Amerika Utara.

Tren global menunjukkan peningkatan, tetapi pesta ini mungkin akan berakhir tiba-tiba di Amerika Serikat, di mana berakhirnya keringanan pajak menyebabkan produsen mobil menghentikan produksi secara drastis.

Tiongkok terus membuktikan diri sebagai negara adidaya mobil listrik dunia. Negara ini sendiri menyumbang 1,3 juta unit kendaraan listrik yang terjual pada September 2025.

Dari jumlah tersebut, mobil bertenaga baterai listrik murni paling diminati, dengan penjualan melonjak 28 persen dari tahun sebelumnya menjadi 800.000 unit.

Sepanjang tahun ini, dari Januari hingga September, Tiongkok telah menjual 9 juta mobil listrik yang mencengangkan.

Angka ini menunjukkan peningkatan 24 persen, dibandingkan periode yang sama pada 2024 dan menjadikan Tiongkok sebagai pasar terbesar dan paling berkembang untuk transportasi listrik.

Sementara itu, pasar kendaraan listrik di Eropa juga mencatat rekor penjualan bulanan.

Benua Biru ini mencatat penjualan 427.000 mobil listrik pada September, peningkatan signifikan sebesar 55 persen dibandingkan bulan sebelumnya, dan 36 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Penawaran Menarik

Inggris memimpin tren ini, berkat program pemerintah yang disebut Hibah Mobil Listrik yang mendorong minat pembeli.Penjualan mobil listrik murni di Inggris naik 30 persen, sementara PHEV mengalami lonjakan yang lebih besar, hampir 60 persen.

Selain itu, negara-negara lain sedang bersiap untuk pertumbuhan yang lebih pesat.

Pemerintah Jerman telah menyetujui rencana insentif baru senilai €3 miliar untuk tahun 2026, yang dirancang untuk membantu keluarga berpenghasilan rendah dan menengah membeli mobil listrik.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya