Liputan6.com, Jakarta - Instagram akan memperketat pembatasan akun remaja yang diselaraskan dengan pedoman untuk film berating PG-13.
Berita ini menuai perhatian para pembaca di kanal Tekno Liputan6.com, Rabu (15/10/2025) kemarin.
Advertisement
Informasi lain yang juga populer datang dari YouTube yang membuka akses pelaku 'penyebar misinformasi' yang diblokir.
Lebih lengkapnya, simak tiga berita terpopuler di kanal Tekno Liputan6.com berikut ini.
1. Instagram Perketat Pembatasan Konten Remaja, Setara dengan Film Rating PG-13
Instagram kembali memperketat pembatasan konten yang dapat dilihat oleh jutaan pengguna muda. Platform milik Meta itu mengumumkan bahwa pengaturan keamanan untuk "Teen Accounts" (Akun Remaja) kini diselaraskan dengan pedoman untuk film berating PG-13.
Untuk diketahui, PG-13 merupakan peringatan bagi orang tua bahwa konten mungkin tidak sesuai untuk anak di bawah 13 tahun.
Konten dengan rating itu mungkin mengandung adegan kekerasan yang intens, bahasa kasar, konten seksual, atau tema-tema dewasa yang lebih kompleks.
Mengutip CNN, Rabu (15/10/025), langkah Meta ini merupakan upaya paling signifikan untuk melindungi pengguna muda setelah bertahun-tahun menuai kritik dari orang tua dan legislator terkait dampak aplikasi terhadap kesehatan mental dan kesejahteraan remaja.
Pengaturan Akun Remaja yang diluncurkan tahun lalu menerapkan perlindungan privasi bawaan dan batas konten bagi sebagian besar pengguna remaja, membatasi unggahan terkait kekerasan, prosedur kosmetik, atau self-harm (melukai diri sendiri).
Instagram menyatakan tidak akan mempromosikan, dan bahkan dapat menyembunyikan, unggahan yang menampilkan bahasa keras atau konten yang dapat mendorong "perilaku berbahaya," seperti aksi berisiko atau konten yang menampilkan perlengkapan terkait mariyuana.
2. Tekanan Politik, YouTube Buka Akses Pelaku 'Penyebar Misinformasi' yang Diblokir
YouTube baru saja membuka izin bagi pengguna yang diblokir beberapa tahun silam untuk kembali mengakses platform-nya.
Setelah diselidiki, penerapan aturan ini berlaku bagi penyebar konten misinformasi tentang pemilu Amerika Serikat (AS) 2020 dan Covid-19.
BACA JUGA:Mark Zuckerberg Kenalkan Kacamata Pintar Ray-Ban, Harga Rp 13,2 JutaMengutip CNN, Rabu (15/10/2025), awal mula dari kasus ini adalah tekanan politik yang diberikan oleh kubu Demokrat dari mantan Presiden AS, Joe Biden (saat masih menjabat) kepada jajaran perusahaan perangkat lunak dan media sosial, seperti Meta dan Google.
Terkait konteks paksaan di atas, Partai Republik (kubu Donald Trump) menuduh desakan tersebut berfokus pada tindakan sensorhip atau pun menghapus konten yang dirasa bersebrangan atau menyebarkan misinformasi dari sisi Demokrat.
3. Nano Banana Hadir di Google Lens dan AI Mode
Google belum lama ini meluncurkan fitur pengeditan gambar berbasis Artificial Intelligence (AI) bernama Nano Banana yang bisa mengedit gambar ala studio foto profesional hanya bermodalkan ketikan perintah ‘prompt’.
Sekarang, raksasa teknologi asal Amerika Serikat (AS) tersebut memperluas jangkauan dari fitur ini untuk meraih cakupan pengguna yang lebih luas.
Mengutip 9To5Google, Rabu (15/10/2025), Google mengumumkan peluncuran Nano Banana untuk dua aplikasi buatan mereka, 'Lens' dan 'Mode AI' di bar penelusuran, per Senin (13/10/2025) di pasar AS dan India dengan dukungan bahasa Inggris.
Selain penambahan fitur baru ini ke dalam dua aplikasi di atas, perusahaan juga menambahkan 'Circle to Search' ke dalam 'AI Mode' untuk memudahkan pengguna menemukan gabungan fitur di satu tempat yang sama.
Diwartakan Android Police, menu baru bernama ‘Create’ hadir sebagai tab keempat di Google Lens, setelah fitur ‘Search’, ‘Translate’, dan ‘Live’. Di sisi lain, Nano Banana di AI Mode baru akan muncul ketika pengguna menekan ikon plus di bagian ‘Chatbox’.