Sinopsis Sinetron Cinta Sedalam Rindu Episode Rabu 15 Oktober Pukul 18.35 WIB di SCTV, Galaxy Bingung Perubahan Sikap Aulna

Sinopsis Sinetron Cinta Sedalam Rindu Episode Rabu 15 Oktober Pukul 18.35 WIB di SCTV, Galaxy Bingung Perubahan Sikap Aulna

oleh Tim ShowbizDiterbitkan 15 Oktober 2025, 17:25 WIB
Sinetron Cinta Sedalam Rindu tayang di SCTV. (dok. SCTV)

Liputan6.com, Jakarta - Pagi itu, Galaxy sudah menunggu di depan rumah Aluna. Begitu gadis itu keluar, Galaxy langsung menyapanya dengan semangat. Tapi yang dia dapat justru reaksi tak terduga—Aluna tampak terkejut, lalu menolak ajakan Galaxy untuk berangkat bersama.

"Aku pergi sendiri aja," katanya singkat, dingin.

Galaxy bingung, mencoba memahami perubahan sikap Aluna yang begitu tiba-tiba. Ia pun turun dari motornya, menghampiri Aluna dengan hati-hati. "Luna, kenapa sih? Ada apa?" tanyanya pelan, berharap ada penjelasan.

Tapi Aluna tetap keras kepala. "Kalau aku bilang mau berangkat sendiri, ya aku berangkat sendiri. Jangan dipaksa, jangan ditanya juga," ucapnya tajam. Setelah itu, tanpa memberi ruang untuk jawaban, Aluna pergi, meninggalkan Galaxy yang berdiri termangu.


Makan Siang Keluarga Omar

Sinetron Cinta Sedalam Rindu tayang di SCTV. (dok. SCTV) 

 

Sementara itu, di tempat lain, suasana rumah keluarga Omar sedang hangat. Mereka sedang makan siang bersama dengan Bude-nya Ezra. Aluna dengan ramah membantu melayani makanan bersama Asti. Tapi suasana hati sang Bude mendadak berubah saat ia menatap Asti lebih dalam. Ada kilasan ingatan yang muncul. Dalam hati, ia berkata penuh guncangan, "Astaga... gadis yang mereka panggil Feli itu... dia anakku... putriku sendiri!"

Di waktu yang berbeda, Galaxy sedang berada di bengkel bersama Ibrahim. Tiba-tiba, dari dalam bengkel, Galaxy melihat percikan api menyala dari luar. Dengan cepat ia berteriak, "Om! Kebakaran, Om! Di luar!"

Ibrahim panik bukan main. Galaxy mulai merasa pening—kepalanya dipenuhi kekacauan.

Tak lama kemudian, Aluna datang tergesa-gesa. Saat melihat bengkel ayahnya dilalap api, wajahnya langsung pucat. Shock. Ia berdiri kaku, menyaksikan tempat yang selama ini begitu akrab kini dilalap kobaran api.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya