Liputan6.com, Jakarta - Petrokimia Gresik Pupuk Indonesia menyegel satu tiket grand final Livoli Divisi Utama 2025. Tiket itu didapat setelah sang juara bertahan menundukkan Bank Jatim 3-0 (25-21, 25-21, 25-13) pada final four putaran kedua di GOR Ki Mageti, Magetan, Selasa (14/10) malam.
Hasil tersebut membuat Petrokimia Gresik mencatat empat kemenangan dengan 12 poin dan kukuh di puncak klasemen. Sementara urutan kedua ditempati TNI AU Electric yang memiliki dua kemenangan dan 7 poin. Sementara Bank di posisi ketiga dengan dua kemenangan dan 5 poin.
Advertisement
Hasil dua laga sisa tak berpengaruh lagi bagi Petrokimia Gresik. Mediol Yoku dan kolega mengahdapi TNI AU Electric dan Rajawali O2C.
"Alhamdulillah, anak-anak bermain sesuai rencana. Kunci kemenangan adalah fokus dan konsistensi, terutama saat meredam serangan utama lawan," kata pelatih Petrokimia Gresik Ayub Hidayat.
"Kami tahu Bank Jatim akan mengandalkan Mega, dan tim kami sangat disiplin dalam menerapkan blok defense. Kemenangan 3-0 ini sangat penting untuk menjaga momentum di final four, tapi kami tetap waspada karena semua lawan adalah tim terbaik," ujar Ayub menambahkan.
Sementara itu, pelatih Bank Jatim Eko Waluyo mengakui timnya gagal tampil lepas. "Kami memang tidak bisa tampil maksimal, terutama di receive dan finishing. Kami sudah berusaha, tapi Petrokimia bermain sangat baik dan disiplin," ujarnya.
Selain itu, faktor keterbatasan fisik pemain bintang Megawati Hangestri Pertiwi juga menjadi kendala utama. Megawati terlihat tidak maksimal dan ditarik keluar di pertengahan set ketiga.
"Mengenai Megawati, saya memang memilih menariknya keluar di set ketiga. Kondisi fisiknya tidak 100 persen bugar, dan kami tidak mau memaksakan. Prioritas kami adalah menjaga kesehatannya. Kami harus segera evaluasi dan menata mental untuk pertandingan berikutnya," tukas Eko.
Kekalahan ini memaksa Bank Jatim harus berjuang keras di sisa laga final four untuk mengamankan posisi kedua dan menemani Petrokimia menuju partai puncak.
Jalannya Pertandingan
Bank Jatim mengandalkan Megawati Hangestri Pertiwi sebagai motor serangan untuk menghadapi Petrokimia Gresik Pupuk Indonesia. Namun, strategi pelatih Petrokimia Ayub Hidayat, berjalan jitu. Blok rapat yang digalang Shella Bernadetha dan kolega meredam spiker Megawati.