Liputan6.com, Tenggarong Dari aroma kopi spesial hingga manisnya cokelat, tiga desa di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) berhasil menorehkan prestasi membanggakan dalam ajang Pilot Project Pembangunan Kawasan Perdesaan Potensial (P2KP2) Tahun 2025 yang digelar Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Provinsi Kalimantan Timur.
Ketiga desa tersebut adalah Desa Perangat Baru (Kecamatan Marangkayu) dengan program PIR Lestari Kopi Luwak, Desa Bhuana Jaya (Kecamatan Tenggarong Seberang) dengan konsep Agroekowisata Separi Sejahtera, serta Desa Lung Anai (Kecamatan Loa Kulu) yang mengusung Kawasan Coklat Lung Anai.
Advertisement
Program P2KP2 menjadi salah satu strategi Pemerintah Provinsi Kaltim untuk mempercepat pembangunan desa melalui pendekatan kawasan berbasis potensi unggulan. Setiap kawasan dinilai berdasarkan inovasi, keberlanjutan, dan dampak ekonomi yang dihasilkan.
Kepala Bidang Kerja Sama Desa DPMD Kukar, Dedy Suryanto, menyebut capaian tersebut menunjukkan keseriusan Kukar dalam mengembangkan kawasan perdesaan. Ia menjelaskan bahwa pengembangan kawasan tidak hanya berorientasi pada proyek fisik, tetapi juga pada kemampuan desa dalam menggali dan mengelola potensi lokal secara mandiri.
“Kita melihat bagaimana pemerintah kabupaten benar-benar serius dalam pengembangan kawasan. Setiap desa di dalam kawasan itu harus bisa menggali potensi unggulannya masing-masing, sehingga program pengembangan kawasan ini betul-betul berjalan,” ujar Dedy, Selasa (14/10/2025).
Menurutnya, hampir seluruh desa di Kukar memiliki potensi unggulan yang dapat dikembangkan. Salah satunya adalah Desa Bhuana Jaya, yang tengah mendorong pengembangan budidaya dan pemasaran anggrek lokal. Potensi ini bahkan dinilai bisa dikolaborasikan dengan pihak Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN), terutama untuk kebutuhan penghijauan dan interior kantor pemerintahan.
“Potensi anggrek di Bhuana Jaya sangat besar. Ke depan bisa dikembangkan kerja sama dengan pihak IKN, misalnya untuk penyewaan atau pengadaan anggrek yang menghiasi ruang kerja maupun taman di kawasan IKN,” jelasnya.
Dedy menilai, program P2KP2 yang digagas provinsi sangat positif karena membantu desa-desa melihat dan menonjolkan potensi terbaiknya. Ia menyebutkan, DPMD Kukar mengirimkan tiga kawasan dalam seleksi tahun ini, dan ketiganya berhasil lolos penilaian.
“Alhamdulillah, dari tiga kawasan yang kita kirim, semuanya masuk dan ditetapkan sebagai pemenang. Saat ini desa sedang melengkapi data dan dokumen yang diminta pihak provinsi. Kami di DPMD hanya memfasilitasi prosesnya,” ungkapnya.
Desa Pemenang Dapat Dana Pembinaan
Lebih jauh, Dedy menjelaskan bahwa pemenang P2KP2 akan mendapat apresiasi dalam bentuk uang pembinaan sesuai ketentuan DPMPD Kaltim. Namun yang terpenting, katanya, adalah sinkronisasi pembangunan kawasan antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten.
“Semua sudah terkoordinasi, mulai dari Bappenas, Bappeda provinsi, hingga kabupaten. Program ini juga masuk dalam deliniasi Kawasan Prioritas Nasional (KPN), salah satunya Agroekowisata Separi Sejahtera di Tenggarong Seberang,” ujar Dedy.
Dedy menambahkan, kawasan tersebut akan menjadi pilot project pengembangan perdesaan di Kukar, sekaligus bagian dari lima kawasan prioritas kabupaten yang sejalan dengan misi Bupati Kukar dalam mewujudkan desa mandiri dan berdaya saing.
“Kami ingin kawasan-kawasan ini jadi contoh terbaik. Bukan hanya untuk Kukar, tapi juga untuk Kalimantan Timur. Ke depan, kawasan lain juga akan mendapat perhatian sesuai potensi dan karakter desanya,” tuturnya.
(*)