Liputan6.com, Jakarta - Penyelidikan atas tewasnya terapis, terus berlanjut. Jasad Siti Auliya Zanura Rifaatul Islam, ditemukan di belakang Gedung TIKI, Pejaten Barat, Pasar Minggu, Jakarta Selatan beberapa waktu lalu.
Selain terus melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi, polisi kini menunggu hasil uji toksikologi dari sampel organ tubuh korban yang dikirim ke Puslabfor Mabes Polri.
Advertisement
"Kemarin kami sudah mengirimkan sampel dari toksikologi, organ-organ untuk kita cek toksikologi dari korban," kata Kanit PPA Polres Metro Jakarta Selatan AKP Citra Ayu kepada wartawan, Selasa (14/10/2025).
Menurut Citra, pemeriksaan toksikologi menjadi prosedur standar dalam proses penyelidikan. Tes ini akan mendeteksi apakah terdapat zat beracun, yang memicu kematian korban.
"Makanya perlu itu dipastikan, apakah ada zat-zat tersebut ataupun tidak, baru nanti kesimpulannya dapat disimpulkan oleh Rumah Sakit Polri," ucap dia.
Rujukan
Dia mengatakan, hasil pemeriksaan toksikologi menjadi salah satunya rujukan dalam menentukkan penyebab kematian korban.
Selain menunggu hasil laboratorium, penyidik juga masih berkoordinasi dengan Rumah Sakit Polri untuk menyimpulkan hasil autopsi secara menyeluruh.
Tidak Hamil
Dari hasil pemeriksaan awal, Citra menegaskan korban tidak dalam kondisi hamil maupun pernah hamil. Pernyataan itu sekaligus untuk meluruskan informasi yang beredar liar di masyarakat.
"Memang kalau hasil pemeriksaan otopsi ataupun kesimpulannya kita memang belum dapatkan langsung dari Rumah Sakit Polri. Namun pada saat kemarin proses otopsi, kami juga mendampingi proses otopsi juga dan dokter menyampaikan bahwa korban ini tidak hamil dan tidak pernah hamil," ucap dia.