Liputan6.com, Jakarta Siapa sangka, bagian mata ikan tuna yang selama ini dibuang sebagai limbah industri perikanan ternyata menyimpan kekayaan gizi luar biasa. Di balik bentuknya yang tak menarik, tersimpan kandungan Omega-3, terutama DHA, yang berperan penting bagi perkembangan otak dan kesehatan tubuh.
Melihat potensi besar itu, Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) IPB University, Prof Wini Trilaksani, berinovasi mengubah limbah tersebut menjadi suplemen kesehatan bernama Vita Docosa.
Advertisement
Produk ini dirancang untuk membantu pemenuhan gizi ibu hamil, ibu menyusui, dan anak-anak, sekaligus mendukung upaya pencegahan stunting di Indonesia.
“Vita Docosa merupakan suplemen kesehatan dari limbah mata ikan tuna dengan kandungan Omega-3, khususnya EPA dan DHA,” ujar Wini di kanal YouTube IPB TV mengutip laman IPB University.
Inovasi ini, lanjutnya, berangkat dari keprihatinan terhadap tingginya impor suplemen Omega-3 di Indonesia.
“Pasar suplemen kita masih dibanjiri produk luar negeri, sementara dari dalam negeri nyaris tidak ada. Kalau pun ada, bahan bakunya juga impor,” katanya.
Kandungan DHA pada Mata Ikan Tuna Lebih Tinggi dari Ikan Impor
Menurut penelitian, industri umumnya hanya memanfaatkan 40–60 persen bagian ikan tuna, sementara sisanya menjadi limbah termasuk matanya.
Padahal, kandungan DHA pada mata tuna bisa mencapai 32–38 persen, jauh lebih tinggi dibandingkan ikan impor seperti salmon dan kod yang hanya sekitar 12–17 persen.
“Minyak mata tuna ini tidak perlu lagi dikonsentratkan. Dengan sedikit proses pemurnian, kadar DHA sudah bisa mencapai 40 persen,” jelasnya.
Suplemen Mata Ikan Tuna Pakai Bahan Baku Lokal
Suplemen ini berbahan baku lokal dan diproduksi secara higienis. Lalu menilik kandungan di dalamnya meliputi Omega-3 (EPA dan DHA), virgin coconut oil, minyak ikan, serta vitamin E.
Wini mengatakan konsumsi DHA bisa mendukung perkembangan otak. Lalu, DHA juga bermanfaat bagi kesehatan retina mata, menjaga fungsi jantung, membantu metabolisme tubuh, hingga meningkatkan daya ingat.
Memanfaatkan Potensi Lokal untuk Kecerdasan Bangsa
Lewat suplemen tersebut juga jadi bukti bahwa ada banyak alternatif sumber gizi yang terjangkau dan menjadi solusi nyata dalam upaya mengatasi stunting.
“Indonesia memiliki laut yang luas dengan hasil perikanan melimpah. Sudah seharusnya kita bisa memanfaatkan potensi lokal untuk kesehatan dan kecerdasan generasi bangsa,” tutupnya.