Liputan6.com, Jakarta- Program Kartu Prakerja adalah inisiatif pemerintah Indonesia yang bertujuan untuk meningkatkan kompetensi angkatan kerja. Sejak diluncurkan pada tahun 2020, program ini telah sukses membantu jutaan peserta dalam mengembangkan keterampilan dan daya saing mereka di pasar kerja. Namun, popularitas program yang sangat dinanti ini juga seringkali dimanfaatkan oleh pihak tidak bertanggung jawab untuk menyebarkan informasi palsu atau hoaks.
Berbagai modus penipuan pendaftaran Kartu Prakerja telah beredar luas di masyarakat, mulai dari situs web palsu hingga janji kelulusan instan yang tidak berdasar. Modus-modus ini dirancang untuk mencuri data pribadi, meraup keuntungan finansial, atau bahkan menyalahgunakan identitas calon peserta. Oleh karena itu, penting bagi setiap individu untuk mengenali ciri-ciri hoaks dan selalu berhati-hati.
Advertisement
Untuk melindungi diri dari hoaks yang menjadi modus penipuan, masyarakat diimbau untuk selalu memverifikasi setiap informasi yang diterima terkait Kartu Prakerja. Pastikan Anda hanya berpedoman pada saluran komunikasi dan situs web resmi yang telah ditetapkan oleh Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja. Kewaspadaan dan literasi digital adalah kunci utama untuk menghindari jebakan hoaks yang dapat merugikan.
Modus Hoaks Pendaftaran Kartu Prakerja yang Perlu Diwaspadai
Pihak tidak bertanggung jawab terus berinovasi dalam menyebarkan hoaks pendaftaran Kartu Prakerja dengan berbagai cara. Salah satu modus paling umum adalah melalui situs web palsu atau phishing yang menyerupai situs resmi. Pesan berantai seringkali menyertakan tautan pendaftaran palsu, seperti contohnya Prakerja12.org pada tahun 2021 atau prakerja.vip pada tahun 2020. Bahkan, pada tahun 2025, sempat beredar hoaks tautan pendaftaran Kartu Prakerja 2025 dengan insentif Rp4,2 juta melalui situs pendaftaran.prakerja.sa.com, yang jelas merupakan upaya pencurian data.
Selain situs palsu, penawaran pendaftaran offline berbayar juga menjadi modus penipuan yang sering ditemukan. Penipu menawarkan bantuan pendaftaran dengan memungut biaya tertentu, padahal Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja menegaskan bahwa pendaftaran tidak dipungut biaya alias gratis. Pihak Kartu Prakerja juga tidak pernah menurunkan tim untuk melakukan pendaftaran secara offline, sehingga tawaran semacam ini patut dicurigai.
Modus lainnya melibatkan permintaan data pribadi yang tidak wajar, seperti KTP, Kartu Keluarga, hingga NPWP, melalui formulir fisik atau Google Form. Masyarakat diimbau keras untuk tidak memberikan data sensitif seperti Nomor Induk Kependudukan (NIK), Kartu Keluarga, atau data lainnya kepada pihak yang tidak bertanggung jawab.
Penipu juga sering menjanjikan kelulusan pendaftaran atau insentif pasti dalam jumlah tertentu, seperti Rp4,2 juta, jika mendaftar melalui tautan atau cara tertentu. Padahal, tidak ada pihak yang dapat menjamin kelulusan gelombang Prakerja.
Terdapat pula kasus penyalahgunaan data pribadi, di mana sindikat penipuan menggunakan data KTP palsu atau memanipulasi foto dan data diri pada KTP warga untuk mendaftarkan Kartu Prakerja. Setelah berhasil mendaftar secara online, dana bantuan dari pemerintah pusat justru masuk ke rekening dompet digital pelaku, bukan kepada peserta yang datanya didaftarkan. Bahkan, beberapa pelaku mampu meretas data dan situs Prakerja untuk mendapatkan ribuan data dari media sosial.
Fakta dan Prosedur Resmi Pendaftaran Kartu Prakerja
Untuk menghindari jebakan hoaks, masyarakat wajib memahami informasi resmi dan prosedur pendaftaran Kartu Prakerja yang benar. Pendaftaran resmi program ini hanya dilakukan melalui situs web resmi www.prakerja.go.id. Situs ini diluncurkan pada 20 Maret 2020, dan domain situs resmi selalu diakhiri dengan .go.id. Jika domain yang Anda akses bukan prakerja.go.id, dapat dipastikan itu adalah penipuan.
Proses pendaftaran Kartu Prakerja sepenuhnya dilakukan secara online dan tidak dipungut biaya apapun, alias gratis. Calon peserta harus membuat akun terlebih dahulu dengan menginput email dan kata sandi di laman resmi prakerja.go.id. Tahapan pendaftaran meliputi pembuatan akun, verifikasi email, pengisian data diri lengkap termasuk nomor KTP dan foto selfie, memasukkan nomor telepon dan kode OTP, serta mengikuti tes motivasi dan kemampuan dasar. Setelah semua tahapan selesai, peserta akan menunggu email pemberitahuan dan dapat bergabung ke gelombang pendaftaran.
Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja menegaskan bahwa tidak ada pendaftaran secara offline. Pihak Kartu Prakerja tidak pernah menurunkan tim untuk melakukan pendaftaran di desa, kelurahan, kecamatan, atau wilayah lainnya. Tidak ada proses pendaftaran offline yang menggunakan formulir fisik atau pengumpulan fotokopi KTP dan Kartu Keluarga. Bagi masyarakat yang kesulitan akses internet, pendampingan dapat diperoleh dengan mendatangi Dinas Tenaga Kerja terdekat.