PB HMI: Edukasi Warga Binaan Kunci Kurangi Residivisme di Lapas

Alwi mengatakan, pemberian pendidikan dan pelatihan di lingkungan pemasyarakatan memiliki dampak jangka panjang, tidak hanya bagi warga binaan tetapi juga bagi masyarakat luas.

oleh Tim NewsDiterbitkan 11 Oktober 2025, 10:05 WIB
Wakil Sekretaris PB HMI, Alwi Hasbi Silalahi saat menyampaikan orasi. (Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) memberikan apresiasi terhadap langkah progresif Kepala Rumah Tahanan (Rutan) Kelas I Medan yang dinilai berhasil menghadirkan program edukasi dan pembinaan bagi warga binaan.

Langkah tersebut disebut sebagai upaya strategis dalam meningkatkan kualitas rehabilitasi, sekaligus memperkuat peran lembaga pemasyarakatan sebagai institusi pembentukan karakter dan peningkatan kapasitas individu, bukan semata tempat menjalani hukuman.

Wakil Sekretaris Bidang PB HMI, Alwi Hasbi Silalahi, mengatakan bahwa inisiatif edukatif pimpinan Rutan Kelas I Medan merupakan bentuk nyata pendekatan humanistik dalam sistem pemasyarakatan.

“Memberikan edukasi kepada masyarakat binaan adalah langkah penting untuk mendukung proses reintegrasi sosial sekaligus mengurangi tingkat residivisme. Edukasi ini membuka peluang bagi warga binaan untuk memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah menjalani masa pembinaan,” ujar Alwi Hasbi Silalahi dalam keterangannya, Minggu (12/10/2025).

Menurutnya, pemberian pendidikan dan pelatihan di lingkungan pemasyarakatan memiliki dampak jangka panjang, tidak hanya bagi warga binaan tetapi juga bagi masyarakat luas. Program edukasi yang terarah dan berkelanjutan diharapkan mampu mendorong perubahan perilaku positif serta kesiapan menghadapi kehidupan setelah bebas.

 

Paradigma Pemasyarakatan Modern

Langkah yang dilakukan Kepala Rutan 1 Medan itu, kata Alwi, sejalan dengan paradigma pemasyarakatan modern yang menempatkan pembinaan berbasis rehabilitasi dan pemberdayaan sebagai pilar utama.

“Kami di PB HMI mendorong agar inisiatif positif seperti ini mendapat dukungan dari berbagai pihak, baik pemerintah, lembaga pendidikan, maupun organisasi masyarakat agar upaya pembinaan dan reintegrasi sosial dapat berjalan optimal,” tambahnya.

PB HMI menilai kolaborasi multipihak sangat penting untuk memperkuat sistem pembinaan yang holistik dan transformatif.

Dengan dukungan berkelanjutan, langkah edukatif di Rutan 1 Medan diharapkan dapat menjadi model bagi lembaga pemasyarakatan lain di Indonesia.

Tag Terkait

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya