Mantan Juara Dunia MotoGP Buka Peluang Ikuti Jejak Marc Marquez

Fabio Quartararo diprediksi bakal menjadi salah satu pemain utama dalam pasar pembalap 2027, mengingat juara dunia 2021 ini saat ini masih jauh dari persaingan gelar bersama Yamaha.

oleh Harley IkhsanDiterbitkan 13 Oktober 2025, 07:00 WIB
Marc Marquez bersama Fabio Quartararo di MotoGP 2025. (Karim JAAFAR / AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Fabio Quartararo diprediksi bakal menjadi salah satu pemain utama dalam pasar pembalap 2027, mengingat juara dunia 2021 ini saat ini masih jauh dari persaingan gelar bersama Yamaha.

Pembalap asal Prancis ini menggemparkan dunia balap saat musim rookie-nya pada 2019 dengan meraih tujuh podium dan memberi perlawanan ketat kepada Marc Marquez di beberapa balapan.

Pada musim 2021, Quartararo terpilih menggantikan Valentino Rossi di tim pabrikan Yamaha. Kesempatan ini berhasil dimanfaatkan dengan baik olehnya, hingga akhirnya meraih gelar juara dunia pada tahun tersebut.

Meski mempertahankan gelarnya pada 2022 dengan sengit melawan Pecco Bagnaia, performa Yamaha mulai menurun. Quartararo pun belum pernah meraih kemenangan sejak musim tersebut.

Walaupun kecewa dengan perkembangan Yamaha, Quartararo menandatangani kontrak baru berdurasi dua tahun dengan bayaran besar pada musim lalu untuk tetap bersama pabrikan Jepang tersebut, yang berusaha meyakinkannya lewat proyek motor V4 terbaru.

Namun, tes pertama Quartararo dengan motor baru di Misano bulan lalu menghasilkan komentar kurang positif. Dia merasa masalah yang ada pada motor inline-four masih muncul pada motor V4 tersebut.


Langkah Berani Marc Marquez

Fabio Quartararo. Pembalap Prancis berusia 22 tahun yang memperkuat tim Monster Energy Yamaha ini merupakan juara dunia MotoGP Musim 2021 lalu. Pada seri pertama MotoGP 2022 di Qatar ia yang start dari posisi ke-11 ini hanya finis di posisi ke-9 akibat kendala tekanan ban depan. (AFP/Karim Jaafar)

Pada 2023, Marc Marquez memilih meninggalkan kontrak menggiurkan bersama Honda untuk bergabung dengan tim satelit Gresini menggunakan Ducati satu tahun sebelumnya—tanpa gaji—dalam upaya membangun kepercayaan dirinya dan kembali bersaing di papan atas.

Marquez berhasil memenangkan tiga grand prix pada 2024 sebelum kembali ke tim pabrikan Ducati, di mana dia mendominasi pada 2025 dan meraih gelar dunia ketujuhnya.

Awal tahun ini, muncul rumor kuat bahwa Pedro Acosta mempertimbangkan langkah serupa pada 2026 dengan VR46 Ducati, karena frustrasi terhadap performa KTM yang kurang kompetitif di awal musim.

Musim Marquez bersama Gresini jelas mengubah persepsi pembalap pabrikan top mengenai pindah ke tim satelit.


Fabio Quartararo Pertimbangkan Seluruh Opsi

Tak lama, pebalap asal Spanyol itu malah terlibat insiden dengan Fabio Quartararo. Dikutip dari The Race, Marquez membuat sebuah kesalahan kecil usai keluar dari tikungan tiga. Ia kehilangan sedikit grip ban belakang dan bermaksud untuk melakukan koreksi. Karena kecepatan Marquez tiba-tiba menurun, Fabio Quartararo yang ada di belakangnya tak sempat bereaksi. Pebalap asal Prancis itu pun menghantam sisi kanan belakang Marquez dan terjatuh ke aspal. (AP/Jose Breton)

Ketika ditanya mengenai kemungkinan mengambil langkah serupa, Quartararo mengatakan, “saya selalu harus mempertimbangkan semuanya”.

“Pada akhirnya, Marc pindah ke Gresini ketika semua orang sudah punya kontrak dan itu terjadi di antara siklus kontrak,” ujarnya kepada DAZN. “Tentu saja, saya harus mengambil keputusan."

“saya masih harus melihatnya, karena saya rasa ini masih terlalu dini. Tapi dengan potensi yang saya miliki, saya pikir layak mendapatkan tim pabrikan. Tapi, saya selalu harus mempertimbangkan semuanya dan melihat bagaimana Yamaha bekerja pada motor baru ini,” pungkas Quartararo.  

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya