Liputan6.com, Jakarta - Tim putri Bank Jatim bangkit pada laga kedua final four Livoli Divisi Utama 2025. Dengan mental juara dan pengalaman bertanding yang solid, tim asuhan Eko Waluyp mengalahkan Rajawali O2C 3-0 (25-15, 25-17, 25-16) di GOR Ki Mageti, Magetan, Sabtu (11/10) malam.
Kemenangan dengan skor bersih ini menjadi respons positif bagi Bank Jatim usai kalah dari Petrokimia Gresik Pupuk Indonesia 1-3 (18-25, 25-22, 18-25, 20-25). Selain itu, raihan tiga poin sangat penting buat Megawati Hangestri Pertiwi dan kolega dalam persaingan menuju grand final Livoli Divisi Utama.
Advertisement
"Kami bersyukur hari ini bisa meraih kemenangan maksimal. Dibanding laga sebelumnya, anak-anak bermain lebih lepas dan tenang. Kami berhasil menjaga mentalitas tim agar tak mudah drop saat poin kritis," kata pelatih Bank Jatim, Eko Waluyo usai pertandingan.
"Meski menang telak, ini bukan berarti tidak ada evaluasi. Kami harus memastikan konsistensi ini terus terjaga karena persaingan di Final Four Magetan ini sangat ketat. Setiap poin sangat berharga," tambahnya.
Sementara pelatih Rajawali O2C Octavian tetap menunjukkan apresiasi tinggi atas perjuangan pemain mudanya meski harus menelan kekalahan telak. Dia mengakui timnya tampil dalam kondisi kurang ideal.
"Sejak awal, kami sudah mengantisipasi kekalahan ini. Kekuatan tim berkurang drastis tanpa enam pemain utama yang dipanggil pelatnas," ucap Octavian.
"Kami memang membawa skuad junior yang minim pengalaman. Namun, saya bangga melihat determinasi pemain muda yang berjuang di level tertinggi."
"Bagi kami, final four Livoli 2025 ini adalah ajang pembelajaran dan regenerasi. Target kami adalah berjuang di setiap laga, dan memberikan pengalaman berharga bagi masa depan tim," pungkas Ooc, sapaan akrab Octavian.
Jalannya Pertandingan
Sejak peluit pertama dibunyikan, perbedaan pengalaman antara Bank Jatim dan Rajawali O2C terlihat jelas. Bank Jatim yang diperkuat pemain-pemain senior seperti Megawati Hangestri Pertiwi dan Arneta Putri Amelian tampil lebih rapi serta efektif.
Mereka benar-benar memanfaatkan kondisi Rajawali O2C yang kehilangan enam pemain utamanya karena pemanggilan pelatnas.