Menlu Sugiono Kunjungi Korea Utara pada 10-11 Oktober 2025

Isu apa saja yang akan dibahas dalam kunjungan Menlu Sugiono ke Pyongyang, Korea Utara?

oleh Teddy Tri Setio BertyDiterbitkan 09 Oktober 2025, 16:20 WIB
Menlu RI Sugiono dalam pertemuan High Level Segment Conference on Disarmament di Jenewa, Swiss (24/2/2025). (Dok. Kemlu RI)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono dijadwalkan melakukan kunjungan kerja ke Pyongyang, Korea Utara, pada 10–11 Oktober 2025.

Kunjungan ini dilakukan atas undangan resmi dari Menteri Luar Negeri Republik Rakyat Demokratik Korea Choe Son Hui.

Juru Bicara I Kementerian Luar Negeri RI, Yvonne Mewengkang, mengatakan dalam keterangannya di Gedung Pancasila, Jakarta, Kamis (9/10/2025), bahwa pertemuan tersebut akan membahas sejumlah isu strategis yang mencakup kerja sama bilateral, regional, dan global.

"Pak Menlu akan melakukan pertemuan bilateral dengan Menlu Korea, Yang Mulia Choe Son Hui, dan isu-isu yang dibicarakan tentunya mencakup penguatan berbagai kerja sama," ujar Yvonne.

Ia menambahkan, kunjungan tersebut menegaskan kembali komitmen Indonesia untuk terus menjalin dialog konstruktif dengan berbagai mitra di kawasan, termasuk dengan Korea Utara.

"Kunjungan ini menegaskan kembali komitmen Indonesia terhadap dialog konstruktif dan hubungan kerja sama dengan berbagai mitra di kawasan," katanya.

Selain menghadiri pertemuan bilateral, Menlu Sugiono juga dijadwalkan meninjau kondisi Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Pyongyang. Diketahui, KBRI sempat ditutup sementara pada 2021 akibat pandemi COVID-19.

"Selain memenuhi undangan Menlu Korea Utara, Pak Menlu juga akan meninjau KBRI Pyongyang yang sempat ditutup pada tahun 2021 karena COVID-19," jelas Yvonne.

Lebih lanjut, Yvonne menyebutkan bahwa kemungkinan akan ada bentuk penguatan kerja sama bilateral yang akan diumumkan setelah kunjungan berlangsung.

"Nanti akan ada satu penguatan bilateral kita, dan kami akan update lebih lanjut begitu ada detailnya," ujarnya.

Kunjungan ini menjadi salah satu langkah diplomatik penting Indonesia dalam mempererat hubungan dengan Korea Utara di tengah dinamika geopolitik kawasan Asia Timur yang terus berkembang.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya