Kontroversi Tuan Rumah Ronde 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026 Mencuat Lagi, Giliran Eks Asisten Sir Alex Ferguson yang Protes

Carlos Queiroz menilai keputusan AFC tersebut memberi keuntungan yang tidak proporsional bagi tuan rumah. Arab Saudi dan Qatar bisa menikmati waktu istirahat lebih lama dan bermain di kandang sendiri.

oleh Asad ArifinDiterbitkan 07 Oktober 2025, 22:55 WIB
Pelatih Timnas Iran, Carlos Queiroz saat pertandingan Grup B Piala Dunia 2022 melawan Timnas Wales yang berlangsung di Ahmad Bin Ali Stadium, Qatar, Jumat (25/11/2022). (AP Photo/Pavel Golovkin)

Liputan6.com, Jakarta Kualifikasi Putaran 4 Piala Dunia 2026 zona Asia memunculkan kontroversi terkait penunjukan tuan rumah. Arab Saudi dan Qatar dipilih untuk menjadi tuan rumah babak krusial ini, menimbulkan pertanyaan soal fairness bagi tim-tim lain.

Salah satunya datang dari pelatih Timnas Oman, Carlos Queiroz, yang menyuarakan kekhawatirannya jelang laga-laga penting.

Queiroz menilai keputusan AFC tersebut memberi keuntungan yang tidak proporsional bagi tuan rumah. Arab Saudi dan Qatar bisa menikmati waktu istirahat lebih lama dan bermain di kandang sendiri.

Sementara lawan-lawannya, termasuk Oman, harus menghadapi jadwal padat dan minim istirahat. Keadaan ini membuat misi Oman untuk lolos ke Piala Dunia semakin menantang.

Di Grup B, Arab Saudi akan memulai laga melawan Indonesia pada 9 Oktober sebelum mendapatkan waktu enam hari untuk bersiap menghadapi Irak. Sebaliknya, Indonesia dan Irak hanya memiliki jeda tiga hari antarpertandingan.

Kondisi serupa terjadi di Grup A, di mana Qatar akan menjamu Oman pada 8 Oktober sebelum menantang Uni Emirat Arab, memberi keuntungan istirahat lebih panjang bagi tim tuan rumah.


Kritik Queiroz Soal Penunjukan Tuan Rumah

Carlos Queiroz ditetapkan sebagai pelatih Timnas Qatar sejak 6 Februari 2023 setelah sebelumnya menjadi pelatih Timnas Iran sejak 7 September 2022 hingga 29 November 2022. Beberapa klub top Eropa yang sempat dibesutnya adalah Sporting Lisbon, Real Madrid dan pernah menjabat sebagai asisten pelatih Alex Ferguson di Manchester United. (AFP/Karim Jaafar)

Dalam wawancara dengan The Guardian, Queiroz menyatakan frustrasinya terkait keputusan yang dianggap tidak adil. Queiroz mempertanyakan alasan AFC terkait pemilihan tuan rumah sekaligus penentuan jadwal bertanding.

"Ini akan menjadi keajaiban dalam situasi rumit ini. Apakah tidak ada stadion di Jepang atau Kuwait yang bisa kami gunakan untuk bermain? Mungkin orang-orang yang mengorganisir ini memiliki visi sepak bola yang berbeda,” ujarnya.

"Saya tahu situasinya ketika saya menerima pekerjaan ini. Apa yang bisa kami katakan? Kami harus bermain di kandang salah satu tim yang sedang berkompetisi. Mereka menempatkan Saudi di Saudi dan Qatar di Qatar."

"Jika mereka tidak melihat ada yang salah dengan ini, lalu siapa pemain dan pelatih yang akan berkomentar?” tegasnya.


Kritik Terhadap Waktu Pemulihan dan Fairness

Pemain Qatar, Almoez Ali dan rekan-rekannya merayakan kemenangan atas Iran pada laga semifinal Piala Asia 2023 di Al Thumama Stadium, Doha, Qatar, Rabu (07/02/2024). (AP Photo/Thanassis Stavrakis)

Queiroz juga menyoroti ketidakseimbangan waktu pemulihan antara tuan rumah dan lawan-lawannya. Queiroz heran dengan keputusan yang diambil AFC. Dia merasa situasi ini belum pernah terjadi dalam kariernya sebelumnya.

“Kami bermain melawan Qatar dan kami bermain lagi tiga hari kemudian, Qatar bermain enam hari setelahnya, dan mereka sudah tahu hasilnya dan apa yang perlu mereka lakukan," kata Queiroz.

"Menurut mantan asisten Sir Alex Ferguson di Manchester United itu, penunjukan tuan rumah seharusnya mempertimbangkan fairness dan kondisi kompetitif seluruh peserta.

“Ketika ada Piala Dunia, selalu ada tuan rumah dan itu bisa kita pahami: mereka yang membiayainya, membangun stadion, dan sebagainya. Tetapi melakukan ini di tengah kompetisi, anehnya orang-orang yang bertanggung jawab tidak merasa tidak nyaman dengan hal ini,” pungkas Queiroz.

Sumber: The Guardian

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya