Patrick Kluivert Ungkap Kondisi Ole Romeny Jelang Timnas Indonesia Vs Arab Saudi, Sudah Bisa Main?

Pelatih Timnas Indonesia Patrick Kluivert membeberkan progres kondisi Ole Romeny yang sempat dihantam cedera parah saat sesi pramusim. Mungkinkah sang pemain diturunkan di laga kontra Arab Saudi, Kamis (9/10/2025)?

oleh Theresia Melinda IndrasariDiterbitkan 07 Oktober 2025, 19:30 WIB
Pemain Timnas Indonesia, Ole Romeny (kanan), sempat mengalami cedera parah saat sesi pramusim. Dia sudah dipanggil kembali ke skuad Garuda untuk putaran 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026. Bagaimana kansnya turun di pertandingan melawan Arab Saudi? (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Liputan6.com, Jakarta Pelatih Timnas Indonesia Patrick Kluivert mengungkap progres kondisi Ole Romeny jelang duel melawan Arab Saudi dalam putaran 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia di King Abdullah Sports City Stadium, Jeddah, Kamis (9/10/2025) pukul 00.15 WIB.

Juru taktik asal Belanda menyiratkan pemain Oxford United sudah ada di level cukup baik, meski dia tetap ingin berhati-hati terhadap cedera sang penggawa.

Sebagaimana diketahui, Ole Romeny mengalami masalah cukup parah ketika membantu klubnya tampil di ajang pramusim Piala Presiden 2025 beberapa waktu lalu.

Pemuda berusia 25 tahun sampai harus naik ke meja operasi pada Juli demi mengatasi cederanya dan terpaksa menepi cukup lama, baik dari klub maupun tugas internasional.

Walau begitu, nama Ole Romeny secara mengejutkan kembali disertakan dalam daftar pemain pilihan Kluivert untuk ronde 4 kualifikasi.

Manajer Timnas Indonesia Sumardji, awal bulan ini menyatakan, kondisi Ole memang sudah 95 persen, sehingga dia diharapkan pulih sepenuhnya agar bisa turun memperkuat skuad Garuda.


Kans Turunkan Ole Romeny

Pemain Timnas Indonesia, Ole Romeny melakukan pemanasan saat laga putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 melawan Australia di Stadion Netstrata Jubilee, Sydney, Selasa (18/03/2025) waktu setempat. (Dok. PSSI)

Pelatih Patrick Kluivert lantas ikut buka suara membahas kans Ole Romeny diturunkan saat pertandingan anak-anak asuhnya melawan Arab Saudi, Kamis (9/10/2025) dini hari WIB.

Juru taktik Belanda menyatakan tak ada kemunduran dalam kondisi Ole, tetapi masih ingin melihat hingga menit-menit akhir, sebelum memutuskan apakah bakal memakai dia sebagai ujung tombak di lini serang.

"Semua orang tahu bahwa Ole adalah pemain penting. Dia sudah menepi untuk waktu yang lama," kata Kluivert dalam konferensi pers jelang melawan Arab Saudi, Selasa (7/10/2025).

"Dia berlatih sangat keras untuk bisa ada di titik sekarang. Sampai saat ini, tidak terlihat ada kemunduran (pada kondisi) dia. Tapi, perjalanannya (memulihkan diri) sangat panjang, jadi kami harus menghormati cederanya."

"Sampai sekarang, dia melakukan tugasnya dengan baik. Dia juga merasa (kondisinya) baik, tapi kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi besok," tandas sang pelatih.


Kerja Keras Ole Romeny

Pemain Timnas Indonesia, Ole Romeny, melakukan selebrasi setelah mencetak gol ke gawang China melalui eksekusi penalti dalam laga lanjutan putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Selasa (05/06/2025). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Sekadar informasi, Ole Romeny memang bekerja amat keras agar bisa pulih dari cedera. Pemuda 25 tahun itu mengaku tidak mudah untuk sembuh dalam waktu cepat sebab masalah yang dialami tergolong parah.

Lanjut Baca:

"(Saat kejadian) saya langsung tahu tulang kaki saya patah. Saya benar-benar bisa merasakannya. Saya langsung mengalami nyeri tajam. Saya sempat coba berdiri, tapi langsung jatuh lagi, dan dari situ saya tahu (cederanya) parah," kata Ole mengilas balik momen-momen cederanya dalam podcast The Haye Way di Youtube. "Di kepala saya, langsung terputar soal ronde 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026 bersama Timnas Indonesia. Ketika terbaring di lapangan, saya cuma berharap bisa pulih tepat waktu untuk putaran keempat." "Ini cedera yang berat. Jadi rasanya tidak mudah. Tidak mudah untuk kembali dengan cepat. Hari-hari (saat cedera itu) sangat panjang. Saya harus memberikan segalanya, merevolusi makanan dan (pola) tidur. Karena setiap 1 persen (perubahan) bisa membantu. Jadi saya harus melakukan itu, rasanya sangat terkurung," tambah dia.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya