Liputan6.com, Jakarta - Ada-ada saja cara hotel untuk menarik tamu. Hotel Arche di Polandia baru-baru ini menawarkan program berhadiah untuk tamu mereka yang berhasil hamil setelah menginap di hotel tersebut. Hadiah yang ditawarkan berupa perayaan gratis di ruang pertemuan atau restoran hotel, paket selamat datang, hingga kereta dorong bayi.
"Setiap pasangan yang hamil selama menginap di salah satu dari 23 Hotel Arche akan mendapatkan perayaan keluarga gratis seperti acara pembaptisan, baik di salah satu ruang pertemuan maupun di restoran kami," kata Wladyslaw Grochowski, pemilik jaringan hotel Arche, dalam wawancara dengan situs keuangan money.pl, dikutip dari CNN, Selasa, 7 Oktober 2025.
Advertisement
Ia menambahkan, beberapa cabang hotelnya memiliki gereja yang dapat digunakan untuk prosesi baptis dan acara pernikahan, sedangkan cabang yang lain memiliki taman yang akan ditanam pohon setiap satu kelahiran. Namun, penawaran itu hanya berlaku bagi pasangan yang tinggal di Polandia dan salah satunya harus berkewarganegaraan Polandia.
Demi Tingkatkan Angka Kelahiran
Grochowski menjelaskan bahwa alasan menggelar promo tersebut adalah untuk membantu pemerintah meningkatkan angka kelahiran di negaranya. Polandia merupakan salah satu negara yang juga mengalami penurunan angka kelahiran per 2023 dari 2,06 menjadi 1,2 anak per wanita.
Pihaknya juga bukan yang pertama menawarkan program serupa. Pada 2020, Hotel Zed di Kanada menawarkan program menginap gratis bagi pasangan yang memiliki bayi, khususnya di Hari Valentine.
Masalah tingkat kelahiran yang menurun drastis telah mendorong banyak negara merancang program yang bisa dijangkau oleh lebih banyak warga. Italia misalnya, lewat Institut Jaminan Sosial Nasional Italia, keluarga yang memiliki anak sendiri atau mengadopsi anak berhak mendapat tunjangan bebas pajak per tahun 2025 sebesar 1.000 euro atau sekitar Rp 19,2 juta.
Tunjangan itu tidak hanya diberikan kepada warga negara Italia, tapi juga warga negara anggota Uni Eropa (UE) dan warga negara non-UE dengan izin tinggal yang sah di Italia.
Proyeksi Penduduk Jepang
Sementara pada 2018, dikutip dari NY Post, pemerintah Italia menawarkan program tanah gratis untuk setiap orangtua yang berhasil memiliki tiga anak dalam rentang 2019--2021. Program ini mengambil sebagian tanah negara sebagai insentif lahan pertanian untuk masyarakat sesuai rancangan anggaran Italia pada saat itu.
Penurunan angka kelahiran yang drastis juga dialami Jepang. Mengutip Daily Mail, hasil studi Pusat Penelitian Ekonomi dan Masyarakat Lanjut Usia Universitas Tohoku memprediksi penduduk Jepang akan punah pada 2720 jika tak ada intervensi yang berarti untuk mengatasi penurunan angka kelahiran.
Hiroshi Yoshida, pemimpin riset tersebut, berdasarkan simulasi pada 2012, hanya akan tersisa satu anak berusia kurang dari 14 tahun pada 2720. Prediksi ini dikonfirmasi oleh situs yang mengukur tingkat demografis Jepang, Jam Populasi Anak-Anak, dengan data penurunan drastis jumlah anak-anak dalam catatan Kementerian Dalam Negeri Jepang.
Pengaruh Finansial terhadap Angka Kelahiran
Yoshida mengatakan bahwa salah satu faktor generasi muda tidak mampu memiliki anak adalah tekanan ekonomi yang berat. Rendahnya pendapatan dan tingginya biaya hidup juga mendorong perempuan untuk bekerja lebih keras sehingga kesulitan mengurus anak.
Sebagai langkah mencegah angka populasi yang terpuruk, pemerintah Jepang mendistribusikan dana sebesar 5,3 triliun yen, setara dengan Rp 542 triliun, sebagai insentif untuk masyarakat memulai program keluarga. Dana tersebut diberikan berupa tunai langsung dan bantuan pendidikan.
Ada pula program gratis day care di Tokyo yang dimulai pada September 2025. Gubernur Tokyo Yurike Koike juga merencanakan program empat hari kerja bagi staf pemerintah Tokyo sebagai dukungan untuk menjalankan peran orangtua dan meningkatkan angka kelahiran anak di Jepang.