Liputan6.com, Jakarta - Tanggal 7 Oktober menjadi hari penting yang penuh makna dengan sejumlah peringatan yang dirayakan di berbagai belahan dunia, termasuk di Indonesia.
Di Indonesia, hari ini, Selasa (7/10/2025) diperingati sebagai Hari Jadi Kota Yogyakarta. Kota Yogyakarta dikenal sebagai pusat Pendidikan, budaya, dan peristiwa.
Advertisement
Selanjutnya, hari ini 7 Oktober setiap tahunnya juga diperingati diperingati sebagai Hari Komunikasi Damai Internasional atau International Day of Peaceful Communication.
Peringatan ini bertujuan untuk mendorong penggunaan komunikasi yang beretika, empatik, dan tanpa kekerasan dalam kehidupan sehari-hari.
Pada tanggal 7 Oktober juga ditetapkan sebagai Hari Kapas Sedunia atau World Cotton Day.
Peringatan ini digagas oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dengan tujuan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya kapas sebagai komoditas global yang menopang industri tekstil dan perekonomian banyak negara berkembang.
Tak kalah menarik, hari ini juga diperingati sebagai Hari Kamu Penting Bagiku atau You Matter to Me Day. Peringatan sederhana namun penuh dengan makna yang sangat mendalam.
Peringatan ini bertujuan untuk mengingatkan setiap orang untuk saling menghargai, menyampaikan kepedulian dan cinta kepada orang-orang sekitar.
Berikut sederet peringatan hari apa yang jatuh pada tanggal 7 Oktober dihimpun dari berbagai sumber oleh Tim News Liputan6.com:
1. Hari Jadi Kota Yogyakarta
Tanggal 7 Oktober menjadi momen bersejarah bagi Yogyakarta. Di Indonesia, hari ini diperingati sebagai Hari Jadi Kota Yogyakarta. Hari ini jatuh pada Selasa (7/10/25).
Mengutip dari laman HUT Kota Yogyakarta, sejarah berdirinya Kota Yogyakarta berawal dari Perjanjian Giyanti tanggal 13 Februari 1755 (Kamis Kliwon, 12 Rabingulakir 1680 TJ). Kerajaan Mataram terbagi menjadi Kasunanan Surakarta dan Kasultanan Ngayogyakarta.
Pangeran Mangkubumi diakui menjadi raja Ngayogyakarta dengan gelar Sultan Hamengkubuwono Senopati Ing Alega Abdurrahman Sayidin Panatagama Khalifatullah.
Mataram (Yogyakarta), Ponjong, Sukowati, Bagelen, Kedu, dan Bumigede ditambah beberapa daerah mancanegara yaitu; Madiun, Magetan, Cirebon, Separuh Pacitan, Kartosuro, Kalangbret, Tulungagung, Mojokerto, Bojonegoro, Ngawen, Sela, Kuwu, Wonosari, dan Grobogan merupakan daerah-daerah yang menjadi kekuasaan Sultan Hamengku Buwono I.
Setelah perjanjian pembagian daerah selesai, Sultan Hamengku Buwono I segera menetapkan bahwa Daerah Mataram yang ada di dalam kekuasaannya itu diberi nama Ngayogyakarta Hadiningrat dan beribukota di Ngayogyakarta (Yogyakarta).
Ketetapan ini diumumkan pada tanggal 13 Maret 1755 (Kamis Pon, 29 Jumadil Awal 1680 TJ). Peristiwa ini dikenal dengan nama Hadeging Nagari Ngayogyakarta.
Tempat yang dipilih sebagai pusat pemerintahan atau keraton ialah Hutan Pabringan yang terletak di antara sungai Winongo dan Sungai Code. Lokasi tersebut dipandang strategis dari segi pertahanan dan keamanan.
Kemudian, pada tanggal 9 Oktober 1755 babat alas untuk pembangunan keraton dimulai. Untuk sementara, Sultan Hamengku Buwono I menempati Pesanggrahan Ambarketawang, Gamping. Dari sana Sultan mengawasi pembangunan keraton baru.
Pembangunan keraton baru berlangsung selama hampir setahun. Tepat pada tanggal 7 Oktober 1756 (Kemis Pahing, 13 Sura 1682 TJ) Sultan Hamengku Buwono I beserta keluarga dan pengikutnya boyongan dari Ambarketawang menuju keraton yang baru selesai dibangun tersebut.
Dalam penanggalan Tahun Jawa (TJ), peristiwa ini ditandai dengan sengkalan memet: Dwi Naga Rasa Tunggal dan Dwi Naga Rasa Wani.
Tema HUT Kota Yogyakarta 2025
Pada tahun ini, HUT Kota Yogyakarta 2025 mengusung tema “Lebih Dekat, Lebih Cepat, Maju Melesat”. Ungkapan yang mencerminkan semangat gotong royong sebagai kunci utama membangun kerekatan sosial yang kuat di tengah masyarakat.
Pemerintah Kota Yogyakarta menekankan bahwa kemajuan kota tidak bisa dicapai sendiri, melainkan melalui kolaborasi antara warga, pemerintah, dan berbagai pihak untuk menciptakan inovasi serta mempercepat pembangunan menuju kesejahteraan bersama.
Sementara itu, Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo belakangan ini menegaskan bahwa peringatan hari jadi ini bukan hanya acara seremonial tahunan.
Menurutnya, momen tersebut harus menjadi titik balik bagi seluruh elemen masyarakat untuk membawa perubahan nyata.
2. Hari Komunikasi Damai Internasional
Hari Komunikasi Damai Internasional atau International Day for Peaceful Communication diperingati pada tanggal 7 Oktober setiap tahunnya.
Peringatan ini bertujuan untuk mempromosikan pentingnya komunikasi yang damai dan saling menghormati di seluruh dunia.
Hari Komunikasi Damai Internasional dicetuskan oleh Ruben M. West pada tahun 2019. Hari tersebut diciptakan untuk meningkatkan kesadaran akan kekuatan komunikasi damai.
Perayaan tersebut bertujuan untuk mempromosikan komunikasi damai sebagai norma bagi keluarga dan masyarakat serta pemerintah dan lembaga internasional.
Hari Komunikasi Damai Internasional harus diperingati dengan berkomunikasi dengan cara yang berfokus pada kerjasama, kolaborasi, dan perdamaian sambil menangani masalah rumit seperti konflik, penghakiman, dan intimidasi.
Hari-hari seperti Hari Komunikasi Damai Internasional menjadi semakin penting diera tantangan yang belum pernah terjadi sebelumnya saat ini.
Sentimen yang memecah belah berada pada titik tertinggi sepanjang masa, terutama yang menyebarkan kebencian dan intoleransi.
Terorisme memicu kekerasan, sementara ekstremisme kekerasan berupaya meminggirkan mereka yang sudah berada dalam posisi yang membahayakan.
Dibagian dunia yang paling miskin dan paling tidak berkembang, bencana terkait iklim memperburuk situasi yang ada dan meningkatkan migrasi paksa. Hal ini juga menyebabkan peningkatan kejahatan kekerasan.
Hambatan-hambatan menuju perdamaian memang rumit dan besar. Tidak mungkin bagi negara mana pun untuk menyelesaikannya sendiri dan mungkin itulah sebabnya Hari Komunikasi Damai Internasional diadopsi secara global. Ini dapat menjadi usaha yang berhasil hanya jika ada solidaritas dan tindakan bersama.
Kita harus membangun budaya perdamaian dan pembangunan berkelanjutan bersama dengan kesadaran hak asasi manusia, keterampilan untuk hubungan damai, tata pemerintahan yang baik, pencegahan konflik, dan pembangunan perdamaian.
Jalan ke depan masih panjang tetapi Hari Komunikasi Damai Internasional adalah awal yang sangat kita butuhkan untuk masa depan yang lebih damai.
3. Hari Kapas Sedunia
Hari ini, 7 Oktober juga diperingati sebagai Hari Kapas Sedunia atau World Cotton Day. Hari ini diinisiasikan pada tahun 2019, ketika empat produsen kapas di Afrika, sub-Sahara-Benin, Burkina Faso, Chad, dan Mali yang dikenal sebagai Empat Kapas, mengusulkan kepada Organisasi Perdagangan Dunia perayaan Hari Kapas Sedunia pada tanggal 7 Oktober.
Mengutip dari Nasional Today, Hari Kapas Sedunia pertama kali diluncurkan pada 7 Oktober 2019, atas inisiatif Empat Negara Kapas: Benin, Burkina Faso, Chad, dan Mali.
Acara ini diselenggarakan oleh Sekretariat Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) dengan bantuan sekretariat Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO), Konferensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Perdagangan dan Pembangunan (UNCTAD), Komite Penasihat Kapas Internasional (ICAC), dan Pusat Perdagangan Internasional (ITC). Acara ini merupakan kesempatan untuk berbagi pengetahuan dan memamerkan kegiatan serta produk terkait kapas.
Kapas merupakan jaring pengaman bagi negara-negara terbelakang dan berkembang. Kapas merupakan sumber pendapatan dan mata pencaharian utama bagi banyak buruh tani dan petani kecil di pedesaan.
Meskipun menempati 2,1% lahan subur dunia, kapas memenuhi 27% kebutuhan tekstil dunia, dan hampir tidak ada produk yang terbuang sia-sia. Kapas digunakan dalam pakan ternak, kosmetik, minyak nabati, bahan bakar, tekstil, dan banyak lagi, serta bermanfaat bagi lebih dari 100 juta keluarga di 75 negara di lima benua. Kapas adalah serat alami — bernapas, nyaman, tahan lama, serbaguna, dan hipoalergenik.
Hari Kapas Sedunia diperingati untuk mencerminkan pentingnya kapas sebagai komoditas global. Tujuannya adalah untuk menarik donatur dan penerima manfaat serta meningkatkan bantuan pengembangan kapas, memberikan pengakuan kepada kapas dan mereka yang terlibat dalam produksi dan perdagangannya, memajukan teknologi serta penelitian dan pengembangan terkait, dan menemukan investor dan mitra baru di sektor swasta.
4. Hari Kamu Penting Bagiku
Ternyata pada tanggal 7 Oktober juga terdapat peringatan unik. Hari ini diperingati sebagai hari Hari Kamu Penting Bagiku atau You Matter to Me Day.
Hari ini dicetuskan oleh Linda Jew pada tahun 2010 dengan tujuan mendorong orang untuk mengungkapkan perasaan mereka kepada orang-orang yang berarti dalam hidup mereka.
Mengutip dari Nasional Today, Hubungan itu penting bagi semua orang. Sayangnya, meskipun hubungan dengan teman, keluarga, dan kekasih mengisi hidup kita, kita sering kali cenderung mengabaikan orang-orang yang paling kita cintai.
Kita tidak menunjukkan kasih sayang yang cukup kepada orang yang kita cintai, dan kita juga tidak benar-benar mengungkapkan betapa berartinya mereka bagi kita.
Akibatnya? Kita tidak menyadari kesalahan kita sampai terlambat. Untuk menghindari perasaan putus asa dan bersalah ini, Hari Kamu Berarti Bagiku diciptakan. Hari ini dibentuk pada tahun 2010 oleh Linda Jew, yang mengalami insiden yang sangat mengguncangnya.
Linda punya teman yang penting baginya. Namun, seperti kita semua, ia tak pernah mengungkapkan perasaannya kepada teman dan putra teman tersebut.
Suatu hari, keduanya meninggal dunia dalam sebuah kecelakaan, dan Linda ingin sekali menunjukkan betapa berartinya mereka baginya untuk terakhir kalinya.
Sayangnya, waktu tak bisa diputar kembali, dan orang tak akan kembali dari kematian. Untuk memastikan tak seorang pun merasakan penyesalan yang sama, Linda mulai memberi tahu orang-orang di sekitarnya bahwa mereka berarti.
Ia menyadari bahwa hidup ini singkat dan kita harus memanfaatkan setiap hari untuk mengungkapkan perasaan agar kita bangun tanpa penyesalan.
Linda berkata kepada semua orang: "Kalian berarti bagiku." Dan begitulah hari itu diciptakan. Tanggalnya juga dipilih dengan mempertimbangkan bagan astrologi yang menunjukkan Bulan Baru di Libra, yaitu waktu yang melambangkan awal yang baru. Moto Hari Kalian Berarti Bagiku adalah "Karena semua orang berarti bagi seseorang, dan seseorang berarti bagimu."