Rektor IMDE Totok Amin Soefijanto Ikut Jadi Juri Lomba Debat di Acara CIA Fest 2025

Cahaya Inspirasi Anak (CIA) Fest 2025 dimeriahkan dengan berbagai kegiatan menarik dan seru, salah satunya lomba debat.

oleh Khulafa Pinta WinastyaDiterbitkan 06 Oktober 2025, 12:51 WIB
CIA Fest 2025. (istimewa)

Liputan6.com, Jakarta Final lomba debat kolaborasi dengan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI) meramaikan CIA Fest 2025 hari kedua yang dilaksanakan di kawasan Taman Lapangan Banteng Jakarta Pusat, Sabtu (04/10/2025)

Rektor Institut Media dan Digital Emtek (IMDE) Totok Amin Soefijanto hadir sebagai juri kehormatan bersama Plt. Kepala Pusat Jasa Informasi Perpustakaan dan Pengelolaan Naskah Nusantara Perpusnas RI Yeri Nurita, dan Dosen PPG Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya Magdalena Chori Rachmawati.

"Debat ini bukan soal menang atau kalah, melainkan tentang melatih kebiasaan berdialog, mencari informasi yang valid, dan saling menghargai. Anak-anak belajar untuk mendengarkan aspirasi lawan bicara mereka. Kebiasaan ini sangat penting karena membentuk empati dan keterampilan komunikasi yang sehat," kata Totok Amin.

Selain itu, sejumlah dosen IMDE juga memberikan literasi digital kepada sekitar 150 anak-anak yang berasal dari Taman Bacaan Masyarakat (TBM) di Wilayah DKI Jakarta. Kegiatan ini juga merupakan bagian dari pengabdian kampus kepada masyarakat luas.

Selain menjadi mitra institusi CIA Fest 2025, tahun ini IMDE juga mendukung program WARIOR CIA (Wartawan Junior CIA), yakni program pelatihan jurnalis cilik di mana anak-anak belajar langsung meliput, menulis, berkarya, dan berbagi inspirasi. Kehadiran WARIOR CIA menegaskan misi CIA dalam melahirkan generasi literat yang kritis, kreatif, dan berdaya.

Hari kedua CIA Fest adalah bukti dan contoh nyata bahwa literasi jauh dari sekadar membaca dan menulis. Literasi melandasi pengembangan diri dan memungkinkan peningkatan kapasitas sepanjang hayat. Generasi muda dan masyarakat literat adalah kunci keberhasilan dan keberlangsungan bangsa. 

Refleksi Kepedulian

Majalah Cahaya Inspirasi Anak (CIA) Fest tahun ini merupakan ajang literasi anak terbesar di Indonesia yang digelar pada 3–5 Oktober 2025 dengan mengusung tema ‘Suara Anak untuk Alam’.

Festival tersebut menjadi refleksi kepedulian bersama terhadap tantangan lingkungan hidup, mulai dari krisis iklim, pencemaran, hingga menyusutnya ruang hijau yang berimplikasi langsung pada tumbuh kembang anak. Sejalan dengan tema besar Majalah CIA tahun 2025, yakni ‘Lingkungan’, CIA Fest hadir sebagai wadah aspirasi anak untuk menumbuhkan kesadaran literasi lingkungan sejak dini.

Salah satu agenda utama di hari kedua adalah ‘Cerita Inspirasi Guru’, yang dihadiri oleh Direktur Kepala Sekolah, Pengawas Sekolah, dan Tenaga Kependidikan (GTK) Iwan Junaedi. Pada kesempatan tersebut, dia mewakili Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dalam peluncuran platform ‘Hanya Untuk Guru’ sebagai wujud nyata dukungan terhadap kualitas hidup para pendidik.

"Sekarang adalah era bapak ibu guru bisa mengakses dan mengeksplor segala yang dibutuhkan. Karena itu peluncuran platform Hanya Untuk Guru adalah salah satu cara bapak ibu guru difasilitasi mengakses kebutuhan pendukung demi kemajuan Generasi Emas," ujar Iwan Junaedi.

Sesi ‘Cerita Inspirasi Guru’ juga menghadirkan Romo Odemus Bei Witono selaku Direktur Perkumpulan Strada, salah satu yayasan pendidikan terbesar dan tertua di Indonesia. Sesi ini terasa lebih bermakna dengan kehadiran guru-guru dari Kabupaten Balangan, Barito Timur, dan Tabalong yang ikut membagikan kisah nyata perjuangan mereka dalam menguatkan literasi.

CIA Fest 2025

CIA Fest 2025.

Salah satu guru berkesempatan mengajukan pertanyaan langsung mengenai kebijakan dan arah jalan Kemendikdasmen. Sebuah contoh nyata bagaimana platform dan program Hanya untuk Guru nantinya bisa memberikan beragam manfaat dan fasilitas untuk guru-guru di seluruh penjuru Indonesia.

Dalam konteks literasi berkelanjutan, Stefanie Agustin, Pendiri Majalah CIA, menegaskan peran guru sebagai mitra utama dalam perjalanan literasi anak Indonesia. “Sejak awal, Majalah CIA meyakini bahwa literasi anak tidak akan tumbuh tanpa peran guru. Melalui Platform Hanya Untuk Guru, kami ingin menghadirkan ruang apresiasi dan dukungan bagi para guru yang selama ini bekerja di garda terdepan,” ujarnya.

Hari kedua CIA Fest 2025 juga diadakan MAINLYMPIC, program permainan tradisional yang sepanjang 2025 telah digelar di 50 Sekolah Dasar se-Jabodetabek. Kegiatan ini ditutup dengan pertandingan antar sekolah yang penuh keceriaan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya