Liputan6.com, Jakarta - BNPB melaporkan update korban ambruknya musala Ponpes Al Khoziny di Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur. Saat ini, BNPB telah menemukan 40 jenazah dan 20 korban belum terevakuasi.
"Dari 167 yang sudah terevakuasi ada 40 sehingga masih ada sekitar 20 orang lagi yang belum terevakuasi," kata Plt Kepala Pusat Pengendalian Operasi BNPB, Kolonel Inf Hery Setiono dalam konferensi persnya, Minggu (5/20/2025).
Advertisement
Hery menyampaikan, dari 40 jenazah yang sudah dievakuasi, 8 korban berhasil teridentifikasi. Sisanya, 32 orang belum teridentifikasi.
"8 sudah teridentifikasi, kemudian masih ada 32 orang lagi yang belum teridentifikasi," ujar dia.
Identifikasi Butuh Waktu 3 Hari
Lebih lanjut, dia menyebutkan proses identifikasi korban membutuhkan waktu paling cepat 3 hari agar identitas korban lebih valid.
"Sesuai yang telah disampaikan DVI bahwa proses ini memakan Waktu paling cepat 3 hari sehingga mari kita sama-sama bersabar menunggu walaupun progresnya lama tapi harapannya menjadi pasti," ungkap Hery.
Tim di lapangan juga masih melakukan pembersihan dengan mengerahkan beberapa alat di antaranya 3 breaker dan 3 eksavator yang khusus untuk pembersihan puing-puing reruntuhan.
RS Bhayangkara Terima 45 Kantong Jenazah
Sementara itu, Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Surabaya mencatat telah menerima sebanyak 45 kantong jenazah korban ambruknya Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny hingga Minggu pukul 18.00 WIB.
“Sampai dengan hari ini, sampai saat ini teman-teman, data korban kantong jenazah yang dikirim ke Rumah Sakit Bhayangkara Surabaya ini, totalnya sudah sebanyak 45 kantong jenazah,” ujar Kabid Dokkes Kepolisian Daerah Jawa Timur Kombes Pol M Khusnan saat jumpa pers di RS Bhayangkara Surabaya.
Ia menyampaikan dari 45 kantong jenazah itu, sebanyak 10 korban telah teridentifikasi. Masing-masing lima orang teridentifikasi di Sidoarjo dan lima lainnya di RS Bhayangkara Surabaya.
“Dari 45 ini teman-teman, yang lima diidentifikasi ketika di Sidoarjo, yang tiga kemarin sudah dikirim berarti total delapan. Ditambah sekarang ada dua yang sudah teridentifikasi,” ujarnya.
Khusnan menambahkan dari total 45 kantong jenazah tersebut, empat di antaranya berisi potongan tubuh atau body part. Seluruhnya telah diambil sampel DNA untuk proses identifikasi.