Southgate Dinilai Bisa Jadi Opsi Ideal Pengganti Amorim di MU

Masa depan Ruben Amorim di Manchester United kembali jadi sorotan. Tekanan semakin besar setelah hasil buruk terus diraih Setan Merah di awal musim.

oleh Aga Deta AndityaDiterbitkan 04 Oktober 2025, 16:00 WIB
Gareth Southgate. Pelatih berusia 51 tahun yang masih menjabat sebagai pelatih Timnas Inggris ini sukses membawa Three Lions menjadi runner-up di ajang Euro 2020 lalu. Sebelumnya, ia pernah membesut Middlesbrough pada 2006 hingga 2009 dan Inggris U-21 pada 2013 hingga 2016. (AFP/Pool/Frank Augstein)

Liputan6.com, Jakarta Masa depan Ruben Amorim di Manchester United kembali jadi sorotan. Tekanan semakin besar setelah hasil buruk terus diraih Setan Merah di awal musim.

Nama Gareth Southgate mulai dikaitkan sebagai calon pengganti. Dukungan datang dari mantan striker timnas Inggris, Peter Crouch.

Crouch menilai Southgate memiliki kapasitas untuk membangun fondasi jangka panjang di Old Trafford. Ia menyebut pengalaman Southgate bersama Inggris bisa menjadi modal berharga.

Situasi ini membuat publik menanti keputusan manajemen MU. Apakah mereka tetap memberi waktu untuk Amorim, atau mencari opsi baru.


Southgate Dinilai Punya Karakter Tepat

Gareth Southgate menjadi sosok yang paling bahagia setelah berhasil membawa timnya ke Final Euro 2024. (AP Photo/Thanassis Stavrakis)

Crouch menegaskan Southgate bisa membawa perubahan positif di MU. Menurutnya, pengalaman membangun budaya timnas Inggris adalah contoh nyata.

Ia melihat United membutuhkan sosok yang mampu memperbaiki suasana di dalam skuad. Southgate dianggap cocok untuk misi tersebut.

"Saya suka Gareth, dia menerima kritik yang tidak adil. Dia membawa kami ke final, dan meski gagal juara, itu hanya soal detail kecil," kata Crouch.

"Dia bisa membangun sesuatu di sana. Jika terus merekrut manajer untuk jangka pendek, MU tak akan berkembang, dan Gareth adalah sosok yang bisa membangun hal besar," tambahnya.


Tekanan Besar untuk Ruben Amorim

Skuad asuhan Ruben Amorim harus menerima kekalahan 0-1 dalam laga perdana mereka di Liga Inggris musim 2025/2026. (AP Photo/Dave Thompson)

Amorim saat ini mencatat poin per laga terburuk dibanding pelatih MU sebelumnya di Premier League. Kekalahan dari Brentford akhir pekan lalu membuat posisinya semakin goyah.

Crouch menyebut kekalahan melawan Sunderland bisa jadi titik akhir Amorim di Old Trafford. Jika itu terjadi, Southgate diyakini kandidat tepat.

"Apakah dia manajer glamor yang diinginkan fans MU? Mungkin tidak, tapi dia membangun atmosfer klub yang sempat hilang," ujar Crouch.

"Dia menciptakan hubungan antara pemain, publik, dan media di Inggris. Jika bisa melakukan itu di MU, hasilnya akan sangat positif," tegasnya.


Perbandingan dengan Situasi Inggris

Catatan terbaik Gareth Southgate saat menukangi Timnas Inggris adalah mencapai semifinal Piala Dunia 2018 dan runner up Euro 2020. Dengan banyaknya pemain bintang di Skuad The Three Lions, ia diharapkan mampu berbicara lebih di Piala Dunia 2022 Qatar nanti. Southgate diketahui merupakan salah satu pelatih dengan gaji paling mahal di perhelatan terbesar di dunia itu. Ia tercatat menerima upah sebesar 4,9 juta pound per tahun. (AFP/Paul Ellis)

Crouch melihat ada kesamaan kondisi MU sekarang dengan Inggris sebelum Southgate datang. Saat itu, timnas Inggris juga mengalami keterputusan dengan publik.

Ia menilai Southgate berhasil memperbaikinya dan membawa Inggris ke semifinal Piala Dunia 2018 serta final Euro 2021 dan 2024. Hal itu bisa jadi pembelajaran untuk MU.

"Ada ketidakharmonisan besar antara fans dan tim. Itu juga yang saya lihat di MU sekarang," ujar Crouch.

"Di Inggris, Southgate membuat pemain merasa senang datang ke kamp timnas. Sementara di MU, para pemain terlihat tidak menikmatinya, dan itu perlu diubah," jelasnya.


Masalah Lebih Dalam di MU

Manajer anyar Manchester United, Ruben Amorim, mengakui pasukannya masih kesulitan memahami racikan strategi yang diterapkannya. Alhasil, MU harus puas bermain imbang 1-1 kontra Ipswich Town. (AP Photo/Dave Shopland)

Menurut Crouch, masalah MU bukan hanya soal pelatih. Ia menilai sudah banyak manajer top yang gagal sejak kepergian Sir Alex Ferguson.

Mourinho, Van Gaal, hingga Moyes pernah mencoba, namun hasilnya tetap tidak sesuai harapan. Crouch menyebut ada hal mendasar yang belum terselesaikan di dalam klub.

"Mourinho, Van Gaal, Moyes, mereka bukan manajer buruk. Mereka membuktikannya di tempat lain setelah meninggalkan MU," kata Crouch.

"Ada sesuatu yang tidak beres di MU sejak Ferguson pergi. Itu yang harus diselesaikan lebih dulu agar tim kembali ke jalur," tegasnya.


Posisi MU di Klasemen Liga Inggris

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya