Helm Spesial KYT dengan Motif Batik hingga Komodo di MotoGP Mandalika 2025

Gelaran MotoGP Mandalika 2025 terasa lebih spesial, khususnya untuk para pembalap yang menggunakan helm KYT

oleh Arief AszhariDiterbitkan 05 Oktober 2025, 06:03 WIB
Helm Spesial KYT dengan Motif Batik hingga Komodo di MotoGP Mandalika 2025 (ist)

Liputan6.com, Jakarta - Gelaran MotoGP Mandalika 2025 terasa lebih spesial, khususnya untuk para pembalap yang menggunakan helm KYT. Dengan mengambil momen Hari Batik Nasional, pada 2 Oktober, produsen pelindung kepala asal Indonesia ini, juga menyiapkan desain khusus untuk empat riders-nya tersebut.

Empat pembalap, yaitu Enea Bastianini, Diogo Moreira, dan Tim Leopard Racing akan tampil dengan desain helm bertema Indonesia, lengkap dengan sentuhan budaya dan ikon Tanah Air.

Pertama, adalah Enea Bastianini, yang memakan helm dengan grafis ikon Komodo, sebagai tema utama di ajang balap MotoGP Mandalika 2025 ini.

 

Helm Spesial KYT dengan Motif Batik hingga Komodo di MotoGP Mandalika 2025 (ist)

Komodo dipilih karena dianggap merepresentasikan julukan 'Beast', yang dekat dengan Bastianini. Reptil khas Nusa Tenggara Timur itu dikenal sebagai predator tangguh dengan gigitan beracun dan penciuman luar biasa.

Desain helm tersebut dipadukan dengan motif batik kawung, nomor balap 23, serta logo KYT, hasil kolaborasi dengan Starline Designer asal Italia.

Pembalap kedua, adalah Diogo Moreira, yang menggunakan helm dengan mengangkat budaya lokal Lombok, lokasi Sirkuit Mandalika berada.

Desain helmnya memadukan motif Batik Sasak, yang juga menjadi corak run-off area lintasan, serta siluet rumah adat Sasak atau Bale.

Rumah tradisional ini dikenal dengan arsitektur vernakular berbahan alami seperti bambu dan alang-alang, menambah kekayaan nuansa budaya NTB dalam helm spesialnya.

 

Tim Leopard Racing Bawa Budaya Indonesia ke Moto3

Tidak hanya di kelas MotoGP, semangat budaya Indonesia juga hadir di Moto3 lewat Tim Leopard Racing. Adrian Fernandez dan David Almansa tampil dengan helm serta motor yang mengusung desain berbendera Indonesia, dihiasi berbagai ikon khas Nusantara.

Di antaranya bunga anggrek yang melambangkan kekayaan flora Indonesia, ilustrasi Candi Borobudur sebagai warisan dunia UNESCO, hingga Barong yang erat kaitannya dengan seni pertunjukan Bali.

Tak ketinggalan motif Batik Mega Mendung dari Cirebon yang melambangkan ketenangan, serta Wayang Golek yang sudah diakui UNESCO sebagai warisan budaya dunia.

Kehadiran helm-helm spesial ini semakin memperkuat identitas budaya Indonesia di mata dunia. Dengan menampilkan ikon lokal seperti Komodo, Batik, rumah adat Sasak, hingga Wayang, para rider KYT Helmet tidak hanya memacu motor di lintasan, tetapi juga membawa kekayaan budaya Tanah Air ke panggung internasional.

 

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya